Kamis, 4 Syawwal 1435 / 31 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

Suu Kyi Harapan Baru Bagi Rakyat Myanmar

Selasa, 03 April 2012, 07:47 WIB
Komentar : 1
AP
 Pemimpin perjuangan demokrasi di Myanmar, Aung San Suu Kyi.
Pemimpin perjuangan demokrasi di Myanmar, Aung San Suu Kyi.

REPUBLIKA.CO.ID, MYANMAR -- Kemenangan Aung San Suu Kyi nyatanya tak hanya membawa udara segar bagi demokrasi di Myanmar. Namun kemenangan Suu Kyi bersama partainya juga membawa banyak harapan baru bagi rakyat Myanmar, khususnya di wilayah terpencil.

Jika hasil pemilu di Myanmar telah di konfirmasi, rencananya Suu Kyi akan mewakili sebuah daerah di distrik Khamu. Wilayah tersebut dipenuhi kehidupan para petani dengan padi yang terus tumbuh. Namun di daerah tersebut pula ditempati oleh mayoritas suku Karean, yang hidup dalam keterbatasan ekonomi.

Di Myanmar para politisi yang memenangkan pemilu memiliki hak untuk memilih daerah yang akan mereka wakili dalam pemerintahan. Suu Kyi menganggap pemilihan distrik Khamu sebagai salah satu cara untuk mempersatukan keberagaman di Myanmar.

“Kami berharap ini adalah awal dari era baru, dimana akan lebih ada penekanan setiap harinya pada orang-orang dalam politik negeri ini,” ujar Suu Kyi seperti dilansir CBS News.

Aye Ko dan istrinya salah satu warga yang tinggal di distrik Khamu menuturkan harapan atas menangnya Suu Kyi. Selama ini keluarga tersebut meraih penghasilan 30 dolar per bulannya, mereka tak mampu membeli traktor sehingga harus mengolah lahan mereka secara manual. Keluarga ini berhenti membangun rumah untuk biaya anak-anak mereka sekolah. Listrik untuk rumah mereka pun hanya berasal dari aki mobil.

“Jika terjadi perubahan politik di negara ini, mungkin hidup saya juga bisa menjadi lebih baik,” kata Aye Ko.




Reporter : Gita Amanda
Redaktur : Hazliansyah
Sumber : CBS News
Wahai para pedagang, sesungguhnya setan dan dosa keduanya hadir dalam jual-beli. Maka hiasilah jual-beli kalian dengan sedekah(HR. Tirmidzi)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar