Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

AS Diminta Segera Selidiki Pembakaran Alquran

Kamis, 22 Maret 2012, 10:49 WIB
Komentar : 0
AP
Tentara AS, Sersan Robert Bales

REPUBLIKA.CO.ID, KABUL—Afghanistan minta Amerika Serikat (AS) segera melakukan penyelidikan dengan ‘cepat dan transparan’.  Hal itu terkait dengan keterlibatan pasukan Amerika dalam pembakaran Alquran dan pembantaian warga sipil Afghanistan.

“Rakyat Afghanistan menunggu penyelidikan kredibel yang akan dilakukan oleh Washington terkait dua kasus terakhir dan orang yang terlibat harus dihukum,” kata Menteri Luar Negeri Zalmai Rassoul, dikutip Press TV, Rabu (21/3).

Tersangka utama yang diketahui dan diduga dialah yang menjadi tersangka tunggal, Staf Sersan Robert Bales, saat ini ditahan di penjara di Fort Leavenworth, Kansas, AS.

Namun, tim Afghanistan terus menyelidiki tersangka insiden mematikan tersebu, dan dengan yakin mengatakan bahwa lebih dari satu tentara AS yang terlibat dalam pembantaian dan pembunuhan itu. Sebab, itu tidak mungkin dilakukan oleh seorang pria bersenjata tunggal.

Untuk itu, pemerintah dan warga Afghanistan meminta AS untuk melakukan penyelidikan pada pasukannya, dan segera menemukan tersangka lainnya dari dua kasus  tersebut.

Reporter : Aghia Khumaesi
Redaktur : Dewi Mardiani
2.041 reads
Dan janganlah kamu campur-adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu sedang kamu mengetahui.(QS Al-Baqarah: 42)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda