Rabu, 26 Ramadhan 1435 / 23 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

Dibayangi Sanksi Barat, Ekspor Minyak Iran Terus Meningkat

Selasa, 20 Maret 2012, 05:41 WIB
Komentar : 1
.
Ladang minyak Iran
Ladang minyak Iran

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN---Kendati sanksi telah dijatuhkan, ternyata ekspor minyak Iran terus meningkat pada Januari ini. Hal ini terungkap dari data terbaru yang dirilis oleh satu lembaga pendataan (Jodi).  

“Iran adalah produsen terbesar kedua Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC). Iran telah mengekspor sebanyak  2.265.000 barel per hari pada Januari lalu, ini merupakan angka bulanan tertinggi sejak Desember 2008,” menurut laporan Bloomberg.

AS sendiri terus menekan konsumen utama minyak mentah Iran untuk mengurangi impor mereka dari negara itu. Langkah ini ditujukan untuk menekan Iran untuk memaksa negara itu menjadi meninggalkan program energi nuklirnya.

Menteri luar negeri Uni Eropa juga sepakat pada 23 Januari lalu untuk melarang impor minyak dari Iran dan membekukan aset Bank Sentral Iran di Uni Eropa. Sanksi akan sepenuhnya efektif pada 1 Juli 2012. 

Reporter : aghia khumaesi
Redaktur : Endah Hapsari
Sumber : press.tv
Dan jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikitpun; dan (begitu pula) tidak diterima syafaat dan tebusan daripadanya, dan tidaklah mereka akan ditolong. (QS.Al-Baqarah [2]:48)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Buka Puasa Bersama Obama Diwarnai Seruan Boikot
WASHINGTON -- Acara buka puasa tahunan di Gedung Putih diwarnai seruan boikot, sebagai bentuk protes kebijakan pemerintahan Obama terhadap konflik di Gaza. Selengkapnya...