Saturday, 9 Jumadil Awwal 1436 / 28 February 2015
find us on : 
  Login |  Register

Helikopter Jatuh, Belasan Tentara NATO Tewas

Saturday, 17 March 2012, 07:45 WIB
Komentar : 0
Photostock
Helikopter, ilustrasi
Helikopter, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, KABUL--- Sekitar 12 tentara anggota Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) pimpinan NATO tewas pada saat helikopter jatuh di Kabul pada Jumat (16/3). Hali ini diungkapkan aliansi mengonfirmasi dalam satu pernyataan yang disiarkan di Kabul. ''Dua belas anggota Pasukan Bantuan Keamanan Internasional tewas setelah terjadi kecelakaan helikopter di Provinsi Kabul hari ini," tambah pernyataan itu.

Penyebab kecelakaan itu sedang diselidiki, namun laporan awal menunjukkan tidak ada aktivitas musuh di daerah itu pada saat kecelakaan terjadi, kata pernyataan tersebut menekankan.

Namun, pernyataan tidak mengidentifikasi kebangsaan para korban, dan mengatakan itu adalah kebijakan ISAF untuk menyerahkan prosedur identifikasi korban kepada otoritas nasional yang relevan.

Kecelakaan itu, menurut seorang pejabat Afghanistan yang menolak menyebutkan namanya, terjadi di Kabupaten Bagrami 10 kilometer sebelah timur ibu kota Afghanistan Kabul pada pukul 10.45 waktu setempat. Sepuluh korban di antaranya adalah warga Turki.

Seorang saksi mata, yaitu Tamim di lokasi kejadian mengatakan, helikopter pertama menghantam satu rumah di perumahan Kabupaten Bagrami dan kemudian terbakar menewaskan dan mencederai beberapa orang.

Lebih dari 1.700 prajurit Turki telah ditempatkan di Afghanistan dalam kerangka pimpinan ISAF dipimpin NATO untuk membantu menstabilkan keamanan di negara dilanda konflik itu.

Redaktur : Endah Hapsari
Sumber : Antara
Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)((QS ar-Rum: 41))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Mahkamah Agung AS Pertimbangkan Gugatan Diskriminasi Hijab
WASHINGTON DC -- Seorang perempuan Muslimah AS asal Oklahoma kini menunggu putusan Mahkamah Agung terkait gugatan diskriminasi oleh jaringan toko pakaian Abercrombie and...