Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Pengangguran AS Tinggi, Warga New York Demonstrasi Besar-besaran

Rabu, 07 Maret 2012, 08:07 WIB
Komentar : 0
AP
Pengunjuk rasa anti-Wall Street berkostum ala Zombie

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK - Ribuan demonstran turun ke jalan-jalan di negara bagian New York, Amerika Serikat (AS), Selasa (6/3). Demonstran memprotes akan tingginya tingkat pengangguran di negara ini. Lebih dari 5.000 demonstran melakukan aksi damai dengan berbaris sepanjang tiga mil, mulai dari Wall Street ke Union Square di sepanjang Broadway.

"Aksi demonstrasi kami mewakili 14 juta pengangguran di Amerika. Ini adalah representasi dari garis pengangguran, pengangguran garis terpanjang di dunia," kata koordinator aksi, Yana Landowne, seperti diberitakan Press TV.

Sambil berbaris, para pengunjuk rasa membawa slip merah muda, yang biasa digunakan untuk memberhentikan karyawan. Aksi besar-besaran ini diselenggarakan oleh berbagai aktivis sosial AS pada hari peringatan 'Super Tuesday' di AS. Di antara pengunjuk rasa, ada pula para demonstran yang sebelumnya menduduki Wall Street.

'Super Tuesday' adalah hari yang terdekat dalam pemilihan presiden AS. Terutama saat ini, kandidat dari kubu Republik untuk menantang Presiden Barack Obama dalam pemilu November mendatang.

Gerakan aksi demonstrasi ini terinspirasi dari gerakan menduduki Wall Street. Dimana pertama kali dimulai ketika beberapa aktivis sosial melakukan aksi unjuk rasa di Wall Street pada 17 September 2011. Dan kemudian mempengaruhi ribuan orang dari seluruh AS dan Inggris untuk ikut serta dalam aksi itu setelahnya.

Reporter : Amri Amrullah
Redaktur : Dewi Mardiani
6.046 reads
Beramallah kamu sekalian, karena beramal akan merubah sesuatu yang buruk yang telah ditentukanNya padamu(HR Bukhori-Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
  kolor ijo Rabu, 7 Maret 2012, 16:56
Terlihat jelas itu negara penghasilannya cuman dari penjualan alat2 perang.rakyatnya cuman dibohongin sama pemerintahnya...
  Bintang Fajar Rabu, 7 Maret 2012, 10:04
USA tuh gak mikir apa? Rakyatnya jatuh miskin malah mikirin perang mlulu yg bakal ngabisin milyaran dolar.
Ya, semoga saja cepet hancur negara sombong ini. Amien...
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...