Tuesday, 7 Zulqaidah 1435 / 02 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Iran: Barat Terkejut Hasil Pemilu Iran

Monday, 05 March 2012, 23:00 WIB
Komentar : 1
topnews
Menteri Dalam Negeri Iran Mostafa Mohammad Najar
Menteri Dalam Negeri Iran Mostafa Mohammad Najar

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Menteri Dalam Negeri Iran, Mostafa Mohammad Najar menyatakan bahwa Barat keliru menilai fakta tentang pemilu parlemen Republik Islam periode kesembilan menyusul partisipasi massif rakyat Iran dalam pemilu.

"Kekuatan hegemoni selalu menyimpangkan realita khususnya ketika mereka berniat merusak," kata Mohammad Najjar dalam mereaksi pernyataan Menlu Inggris, William Hague yang menilai pelaksanaan pemilu Iran tidak bebas dan tidak fair.

Dikatakan Mohammad Najjar, "Inggris mulai menyebar propaganda anti-pemilu legislatif Iran sudah sejak lama, akan tetapi ketika mereka gagal mencapai target-targetnya, pemungutan suara dinilai tidak demokratis."

Ditegaskannya bahwa masyarakat dunia menyaksikan bahwa rakyat Iran berpartisipasi luas dalam pemilu dan menyadari bahwa pemerintah Islam di Iran adalah sebuah sistem demokratis.

Menurut Mendagri Iran, para pejabat Barat terkejut dengan tingginya jumlah pemilih dalam pemilu legislatif Iran danmenyatakan bahwa mereka melontarkan berbagai tudingan infaktual dalam rangka menutupi kegagalan mereka setelah rakyat Iran mendaratkan tamparan menyakitkan ke wajah Barat.

Berdasarkan penghitungan sementara dari pemilu parlemen yang digelar Jumat lalu, lebih dari 64 persen warga yang memiliki hak pilih berpartisipasi pada pemilu. Padahal jumlah pemilih pada pemilu legislatif sebelumnya hanya mencapai 51 persen

Redaktur : Hafidz Muftisany
Sumber : IRIB
Sedekah akan memadamkan api siksaan di dalam kubur(HR. Thabrani)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Snapchat Siap Saingi Facebook dan Twitter
WASHINGTON DC -- Setelah Facebook dan Twitter terbukti bisa memanfaatkan penggunanya untuk meraup pemasukan iklan, giliran Snapchat dilirik investor. Snapchat bahkan divaluasi tiga...