Kamis, 24 Jumadil Akhir 1435 / 24 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

'Rusia Ingin Lebih Dekat dengan Indonesia'

Jumat, 02 Maret 2012, 15:05 WIB
Komentar : 5
Rusia-Indonesia
Rusia-Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Rusia menyatakan ingin meningkatkan kerja sama dengan Indonesia di bidang perdagangan, ekonomi dan investasi setelah pada Selasa (28/2) lalu menyelenggarakan Forum Peningkatan Minat Investasi atau 'Russia-Indonesia Business Forum'.

Dalam siaran pers yang diterima oleh ANTARA, Jumat (2/3), Wakil Direktur Departemen Asia dan Afrika Kementerian Perkembangan Perekonomian Federasi Rusia, Evgeniy Popov, dan Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Alexander Ivanov menjelaskan tentang kondisi terkini dan prospek hubungan bilateral antara Indonesia dan Rusia.

Ivanov dan Popov juga menekankan pada kerja sama di bidang-bidang utama serta menggaris bawahi peran penting dari kalangan bisnis Rusia dan Indonesia dalam meningkatkan hubungan dibidang perdagangan, ekonomi dan investasi.

Dalam forum tersebut, juga memberi kesempatan kepada para pengusaha Rusia dan Indonesia untuk menjalin kontak langsung dan menentukan bidang kerjasama praktis diantara kedua negara.

Di sela-sela forum tersebut perusahaan asal Rusia, JSC Polet Airlines, Kamar dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan perusahaan asal Jerman SpaceTech GmbH, juga telah melakukan penandatanganan memorandum trilateral tentang kerjasama proyek 'Air Launch' di pulau Biak.

Dalam forum tersebut, delegasi Rusia dipimpin oleh Evgeniy Popov, sementara delegasi bisnis Rusia antara lain perwakilan dari Dewan Bisnis Kerjasama dengan Indonesia, pusat inovasi 'Skolkovo,' perusahaan logam 'Norilsk Nickel' dan 'Severstal,' perseroan 'Digital Empire'

(teknologi pembekuan pangan), grup perusahaan 'Smart Logistic' (angkutan udara), perseroan JSC 'Polet Airlines,' perusahaan negara 'Rostekhnologii,' perusahaan Kalimantan Rail dan lain-lain.

Forum tersebut terselenggara atas kerja sama dari Kedutaan Besar Rusia di Indonesia, Perwakilan Perdagangan Rusia di Jakarta serta Kementerian Koordinator di Bidang Perekonomian, Kementerian Perindustrian dan Kadin Indonesia.

Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : Antara
Rasulullah SAW melarang membunuh hewan dengan mengurungnya dan membiarkannya mati karena lapar dan haus.((HR. Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  Mbok nyai Selasa, 19 Februari 2013, 12:24
Dekat dekatlah dng Indonesia, mampung elitnya mudah dikibulin Dan di iming imingi materi.
  dodi Senin, 5 Maret 2012, 21:56
Saya sebagai anak bangsa..
Setuju atas niat rusia dan indonesia,
Karna kita bisa terlepas dari cengkraman amerika yg otomatis yahudi laknattullah..
Bravo iran rusia dan sekutu
  Bd Minggu, 4 Maret 2012, 08:49
mendingan ma rusia daripada AS, rusia lebih manusiawi n menghargai HAM.. ga mo perang2an kayak IS n AS.... n coba + dibidang pendidikan
  oetjoep Sabtu, 3 Maret 2012, 16:33
balance dah, Untungnya indonesia negara non blok,kalo soal invest mah bisa dimana aja masalah perusahaan bisa aja diakusisi lewat saham,ceilee :)
  Kak rizal Sabtu, 3 Maret 2012, 01:31
Sangat setuju sekali, kalau dapat rusia dapat menggantikan perusahaan minyak AS di duri-riau, krena prushaan itu tidak menguntungkan negara (dgn byk nya biaya operasional) dan tidak menguntungkan masyarakat tempatan..

  VIDEO TERBARU
MUI Harapkan PPP Islah
JAKARTA -- Internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) alami perselisihan. Akan hal tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta PPP untuk segera melakukan Islah. "Pada forum...