Jumat, 18 Jumadil Akhir 1435 / 18 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

18 Muslim Syiah Pakistan Tewas, Ratusan Orang Unjuk Rasa

Kamis, 01 Maret 2012, 16:08 WIB
Komentar : 0
www.pakistanfocus.com
Yusuf Raza Gilani
Yusuf Raza Gilani

REPUBLIKA.CO.ID, ISLAMABAD -- Ratusan orang Pakistan telah melancarkan aksi protes terhadap serangan yang dilakukan pada Muslim Syiah di Pakistan utara. Serangan itu juga, menyebabkan 18 orang tewas. "Orang-orang itu berunjuk rasa di kota Skardou, Provinsi Gilgit Baltistan, sambil mengucapkan doa-doa pemakaman bagi 18 Muslim Syiah yang dibunuh," kata polisi setempat, pada hari Rabu (29/2), seperti diberitakan Press TV, Kamis (1/3).

Sementara itu, ratusan warga juga menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di kota selatan Shikarpur, Provinsi Sindh, sambil Meneriakkan slogan-slogan antipemerintah. Para demonstran juga menuntut Presiden Asif Ali Zaradri dan Perdana Menteri Yusuf Reza Gilani mengundurkan diri atas kegagalan pemerintah untuk melindungi orang Syiah dari militan.

Kaum Muslim Syiah tewas dan Beberapa lainnya terluka dalam serangan itu, ketika sebuah bus yang membawa penumpang dari Rawalpindi ke kota utara Gilgit diserang di wilayah pegunungan Kohistan, pada Selasa (28/2). Bus itu membawa 39 orang, sebagian besar peziarah Syiah, mereka dalam perjalanan kembali ke kampung halaman mereka, setelah mengunjungi tempat suci di kota-kota Iran.

Dalam pernyataan yang dirilis, Selasa, Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon mengutuk serangan itu, dan mengucapkan belasungkawa kepada keluarga korban dan pemerintah Pakistan dari serangan menyedihkan tersebut. Namun, muncul berita bahwa, Kelompok teroris Jundallah telah mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Reporter : Aghia Khumaesi
Redaktur : Dewi Mardiani
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu(QS.Al-Baqarah:45)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  siti aisyah Jumat, 2 Maret 2012, 08:35
Hanya satu bahasa yg dikenal :KEKERASAN

  VIDEO TERBARU
Mahathir Kunjungi Mega, Mahathir: Mega Sahabat Lama Saya
JAKARTA -- Mantan perdana menteri Malaysia, Mahathir Mohamad mengunjungi kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar Nomor 27A, Menteng, Jakarta Pusat (14/4). Berikut video...