Selasa, 2 Syawwal 1435 / 29 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

18 Muslim Syiah Pakistan Tewas, Ratusan Orang Unjuk Rasa

Kamis, 01 Maret 2012, 16:08 WIB
Komentar : 0
www.pakistanfocus.com
Yusuf Raza Gilani
Yusuf Raza Gilani

REPUBLIKA.CO.ID, ISLAMABAD -- Ratusan orang Pakistan telah melancarkan aksi protes terhadap serangan yang dilakukan pada Muslim Syiah di Pakistan utara. Serangan itu juga, menyebabkan 18 orang tewas. "Orang-orang itu berunjuk rasa di kota Skardou, Provinsi Gilgit Baltistan, sambil mengucapkan doa-doa pemakaman bagi 18 Muslim Syiah yang dibunuh," kata polisi setempat, pada hari Rabu (29/2), seperti diberitakan Press TV, Kamis (1/3).

Sementara itu, ratusan warga juga menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di kota selatan Shikarpur, Provinsi Sindh, sambil Meneriakkan slogan-slogan antipemerintah. Para demonstran juga menuntut Presiden Asif Ali Zaradri dan Perdana Menteri Yusuf Reza Gilani mengundurkan diri atas kegagalan pemerintah untuk melindungi orang Syiah dari militan.

Kaum Muslim Syiah tewas dan Beberapa lainnya terluka dalam serangan itu, ketika sebuah bus yang membawa penumpang dari Rawalpindi ke kota utara Gilgit diserang di wilayah pegunungan Kohistan, pada Selasa (28/2). Bus itu membawa 39 orang, sebagian besar peziarah Syiah, mereka dalam perjalanan kembali ke kampung halaman mereka, setelah mengunjungi tempat suci di kota-kota Iran.

Dalam pernyataan yang dirilis, Selasa, Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon mengutuk serangan itu, dan mengucapkan belasungkawa kepada keluarga korban dan pemerintah Pakistan dari serangan menyedihkan tersebut. Namun, muncul berita bahwa, Kelompok teroris Jundallah telah mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Reporter : Aghia Khumaesi
Redaktur : Dewi Mardiani
Hadis riwayat Abu Musa ra., ia berkata: Aku pernah bertanya: Wahai Rasulullah, Islam manakah yang paling utama? Rasulullah saw. bersabda: Orang yang kaum muslimin selamat dari lisan dan tangannya. (HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Jadi Khatib Shalat Ied, Teuku Wisnu: Awalnya Saya Mau Mundur
 JAKARTA -- Teuku Wisnu bertindak menjadi Khatib pada Salat Ied di Masjid Lautze, Senin (28/7). Ini merupakan kali pertama Ia melakukannya. Wisnu sendiri sempat...