Rabu, 23 Jumadil Akhir 1435 / 23 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

'Meski Politisinya Dukung Papua Merdeka, Australia Tetap Setia dengan RI'

Kamis, 01 Maret 2012, 01:33 WIB
Komentar : 0
Kampanye Papua Mederka oleh Australia
Kampanye Papua Mederka oleh Australia

REPUBLIKA.CO.ID, Gerakan para politisi Australia yang mendukung Papua Merdeka, seolah ditepis pemerintah Negeri Kangguru tersebut. Negara yang berada di Benua Australia itu menegaskan komitmen penuhnya untuk tetap mendukung kedaulatan Indonesia atas wilayah NKRI tanpa terkecuali Papua.

Hal itulah yang tertuang dalam kesepakatan Lombok Treaty yang ditandatangani Indonesia-Australia pada 2006 lalu. Oleh karena itu, pertemuan yang diselenggarakan oleh Kaukus Parlemen Internasional untuk Papua Barat di Canberra pada Selasa, ditegaskan tidak mewakili sikap resmi pemerintah Australia.

Pernyataan ini tertuang dalam rilis Kedutaan Besar Australia di Jakarta yang ditandatangani jurubicaranya Ray Marcello. Menurutnya, dalam sistem pemerintahan Australia, kebijakan luar negeri ditentukan pemerintah, dan kesepakatan Lombok Treaty antara Indonesia dan Australia itu didukung partai terbesar dalam Parlemen Australia.

Karenanya sebagai partner strategis Indonesia, Australia akan terus mempertahankan hubungan bilateral yang selama ini berlangsung baik dan kuat. Australia akan terus berkontribusi dan mendorong pembangunan di Indonesia.

Sebelumnya Pemerintah dan Parlemen Indonesia sempat menyampaikan keberatannya atas dukungan dan keikutsertaan sejumlah anggota Parlemen Australia dalam Kaukus Parlemen Internasional untuk Papua Barat.

Pendirian Kaukus Parlemen Internasional untuk Papua Barat ini dianggap mencederai persahabatan kedua negara karena sejak awal keberadaannya, Kaukus Parlemen Internasional itu  mendukung pemisahan wilayah Papua Barat dari NKRI lewat referendum.

Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : radioaustralia.net.au
Tetangga adalah orang yang paling berhak membeli rumah tetangganya.((HR. Bukhari dan Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  Ariel Aaron Smith Kamis, 1 Maret 2012, 06:10
Semestinya diambil tindakan tegas : banned dan cekal para politisi asing yg mendukung Papua merdeka utk masuk ke Indonesia, terutama utk berlibur ke Bali...hehehe
  ernard Kamis, 1 Maret 2012, 04:25
semoga papua akan meredeka, dari negara penjajah dan munafik. dalam penulusan dan pemberitaan selalu benar...autralia takut karena masalah bisnis mereka di Indonesia tapi tidak mengapa. beberapa politisi mendukung Papua merdeka dan parlamen skotlatik