Tuesday, 2 Syawwal 1435 / 29 July 2014
find us on : 
  Login |  Register

Gara-gara Sanksi Iran, Cadangan Minyak Amerika Serikat Terancam

Sunday, 26 February 2012, 19:53 WIB
Komentar : 0
AP
Kilang Minyak Iran
Kilang Minyak Iran

REPUBLIKA.CO.ID,  WASHINGTON -- Embargo minyak Iran yang diberlakukan Amerika Serikat dan Uni Eropa telah membuat perekonomian dunia terguncang. Menteri Keuangan Amerika Serikat, Timothy Geithner, mengatakan, Washington sedang mempertimbangkan opsi untuk menggunakan cadangan minyak strategisnya guna menurunkan harga minyak.

Geither juga mengisyaratkan dampak ekonomi global dalam kasus embargo minyak Iran. "Ada kasus untuk penggunaan cadangan minyak strategis dalam beberapa keadaan dan kami akan terus melihat dan mengevaluasinya secara hati-hati," kata Geithner seperti dilaporkan Press TV pada Sabtu (25/2).

Seraya mengekspresikan keprihatinan mendalam atas gangguan pasokan dari Iran, Geithner menyatakan AS akan mencari sumber lain untuk mengkompensasi pengurangan pasokan minyak.

"Kami bekerja sangat hati-hati dan mencoba untuk meminimalkan risiko itu. Kami yakin ada sumber pasokan alternatif dari Arab Saudi dan negara-negara lain untuk membantu mengimbangi penurunan ekspor dari Iran," tambahnya.

Sebelumnya, beberapa anggota Kongres Demokrat mendesak Presiden Barack Obama untuk memanfaatkan cadangan strategis di tengah kenaikan harga minyak dunia, yang didorong oleh penghentian eskpor minyak Iran ke beberapa negara Eropa.

"Kami mendorong Anda (Obama) untuk mempertimbangkan penggunaan cadangan minyak strategis sekarang," kata Perwakilan Demokrat Edward J Markey dan dua anggota DPR Demokrat lainnya dalam surat yang dikirim kepada Presiden Obama pada hari Senin.

Harga bensin AS meningkat sebesar hampir 9 sen per galon dalam seminggu terakhir dengan rata-rata 3,61 dolar, diperkirakan akan melonjak ke tingkat yang lebih tinggi. Harga minyak mentah AS juga melonjak sembilan persen tahun ini, mendekati angka 108 dolar per barel pada hari Kamis, level tertinggi sejak Mei 2011.

Kenaikan harga minyak terjadi setelah Iran menghentikan ekspor minyaknya ke beberapa negara Uni Eropa. Kementerian Perminyakan Iran mengumumkan bahwa mereka telah mengurangi ekspor minyak ke perusahaan Inggris dan Prancis.

Redaktur : Heri Ruslan
Sumber : irib
Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan mengubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada sesuatu kaum, hingga kaum itu merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri, (( QS.An Anfaal 8 : 53 ))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Muslim Australia Berlebaran dengan Daging Halal
MELBOURNE -- Bagi umat Muslim di Australia kini tidaklah sulit lagi untuk mendapatkan daging halal. Jika berkunjung ke Melbourme, Anda dapat menemukan...