Rabu, 23 Jumadil Akhir 1435 / 23 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Rancang Pesawat Siluman dan Tempur Baru, Iran Produksi Mesin Turbofan

Minggu, 26 Februari 2012, 12:14 WIB
Komentar : 0
irib
Pesawat Tempur Iran
Pesawat Tempur Iran

REPUBLIKA.CO.ID,  TEHERAN -- Iran mengumumkan sedang memproduksi mesin turbofan kecil yang digunakan dalam berbagai jenis Unmanned Aerial Vehicles (UAV). "Kini, kita sedang membuat mesin turbofan untuk berbagai UAV," kata Brigadir Jenderal Abdolkarim Banitarafi, Jumat (24/2).

"Tehran juga mengambil langkah besar untuk membuat turbofan besar," tegasnya.

Deputi Kepala Industri Penerbangan Angkatan Bersenjata Iran (IAIO) mengatakan keberhasilan produksi mesin turbofan merupakan langkah signifikan ke arah produksi drone pintar. Iran meluncurkan mesin turbofan pertama di sebuah pameran yang menampilkan kemampuan pertahanan Republik Islam.

Menteri Pertahanan Iran Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi mengumumkan bahwa Republik Islam tengah menjalankan sejumlah proyek rancang bangun pesawat siluman canggih baru, dan pesawat tempur.

Dia mencatat bahwa Iran membuat langkah besar dalam industri penerbangan melalui desain dan produksi jet tempur Saeqeh, yang telah bergabung dalam armada angkatan udara negara itu.

Dalam beberapa tahun terakhir, Iran berhasil mengukir prestasi besar di bidang pertahanan dan meraih kemandirian di bidang perangkat keras militer penting dan sistem pertahanan.

Iran berulangkali meyakinkan negara-negara lain, terutama tetangga regional bahwa doktrin pertahanannya semata-mata didasarkan pada pencegahan, dan kekuatan militer Teheran tidak menimbulkan ancaman bagi pihak lain.

 

Redaktur : Heri Ruslan
Sumber : irib
Tidak ada suatu rezeki yang Allah berikan kepada seorang hamba yang lebih luas baginya daripada sabar.((HR Al Hakim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  unclesam Minggu, 26 Februari 2012, 14:54
So many country who depen on US and West wiLl never become " negara maju " just stay @ development country and rich country will never becomes "negara maju " , stay away from US and West ..