19 Warga Afghanistan Meninggal Saat Unjukrasa Menentang Pembakaran Alquran

Sabtu, 25 Pebruari 2012, 06:28 WIB
AP/Allauddin Khan
19 Warga Afghanistan Meninggal Saat Unjukrasa Menentang Pembakaran Alquran
Aksi demonstrasi di Afghanistan memprotes pembakaran Al Quran.

REPUBLIKA.CO.ID, KABUL -- Demonstrasi mengutuk tindakan tentara Amerika Serikat yang membakar Alquran di Afghanistan telah menelan korban jiwa sebanyak 19 orang, selama empat hari.

Korban terbaru berjumlah empat orang. Keempat orang tewas pada Jumat (24/2) ketika protes anti-AS berubah menjadi kekerasan di provinsi Herat, Afghanistan barat.

Dua orang tewas ketika demonstran menyerbu konsulat AS di kota Herat, sementara dua orang lagi tewas di distrik Adraskan, kata juru bicara provinsi Moheedin Noori. Umat Islam di Afganistan marah dan menggelar aksi unjukrasa setelah tentara AS membakar Alquran. Akasi serupa juga terjadi di wilayah Pakistan.

Dunia Islam mengecam tindakan pembakaran Alquran itu. Organisasi Kerja sama Islam (OKI) menilai tindakan tentara AS itu sebagai perbuatan tercela.

Redaktur: Heri Ruslan
Sumber: antara
Ibnu Abbas dan Usamah Ibnu Zaid Radliyallaahu 'anhu berkata: Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam selalu tetap membaca talbiyah hingga beliau melempar Jumrah aqabah.(HR Muslim)
alfikar, Sabtu, 25 Pebruari 2012, 11:34

angkatan perang islam, terbuka bagi setiap pemeluknya.
Gerilya dimulai kembali dijazirah...salam, salam, salam!

Balas
sahaja, Sabtu, 25 Pebruari 2012, 07:16

bukan sekedar perbuatan tercela. tapi perbuatan terkutuk.

Balas
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, TEGAL - Di Tegal terdapat ketupat dengan kuah santan yang kental dan terasa pedas di lidah, yang...