
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Jaringan radar unit pertahanan udara Iran telah berhasil mendeteksi dan melacak pesawat siluman dan pesawat udara tak berawak (UAV) selama fase ketiga latihan Angkatan Darat Iran.
Jaringan radar yang ditempatkan di zona operasi mengirimkan informasi mengenai jangkauan, ketinggian, dan kecepatan pesawat siluman berawak dan pesawat udara tanpa awak ke jaringan terpadu pertahanan udara negara.
Dalam operasi lainnya, radar militer di Pangkalan Pertahanan Udara Khatam al-Anbia berhasil memandu pesawat untuk mencari dan menargetkan pesawat musuh.
Pangkalan Pertahanan Udara Khatam al-Anbia Iran memulai latihan dengan sandi "Tharallah" pada hari Senin dalam zona seluas 190.000 kilometer persegi di bagian selatan Iran, dengan tujuan utama meningkatkan pertahanan udara negara.
Sistem radar yang diproduksi oleh para ahli Iran telah diuji dan dievaluasi selama fase ketiga latihan tersebut.
Iran menegaskan bahwa manuver yang digelar oleh Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (Pasdaran) atau militer adalah bersifat defensif dan dimaksudkan untuk menyampaikan pesan perdamaian serta persahabatan kepada negara-negara regional.
SubhanaAlloh.... diatas langit ada langit, smoga Iran mampu mengendalikan nafsunya sehingga keberhasilan2 yg didapat bnr2 demi kedamaian dunia
BalasALLOH TIDAK MENGHENDAKIPERANG TETAPI SUDAH DARI TURUN TEMURUN JIKA BANGSA YAHUDI BERMUSUHAN DENGAN BANGSA ARAB,
BalasIni kok jadi kebalik-balik. Banyak orang Islam jenggot tipis di Indonesia yang mendukung Arab Wahabi, sedangkan Arab Wahabi tunduk pada AS cs termasuk Israel. Sedangkan mereka memusuhi Syiah, menganggap mereka lebih kafir dari AS.
BalasAlhamdulillah........semoga Iran tetap berdiri hingga kiamat untuk melawan Amerika dan zionis Israel yang terkutuk. Allahu Akbar.....!!!
BalasHebat..........hebat......... lebih hebat lagi karena tidak menomorsatukan hasil teknologi seperti penggertak AS yang hanya percaya teknologi daripada Tuhan.........
Balas