Thursday, 29 Zulhijjah 1435 / 23 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Dua Helikopter Tempur Tabrakan di Udara, 7 Marinir Tewas

Friday, 24 February 2012, 06:31 WIB
Komentar : 1
Dawn.com
Pesawat AH-1W 'Cobra' dan pesawat UH-1Y 'Huey'  yang bertabrakan di udara. Tujuh marinir AS tewas.
Pesawat AH-1W 'Cobra' dan pesawat UH-1Y 'Huey' yang bertabrakan di udara. Tujuh marinir AS tewas.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON - Tujuh marinir AS tewas ketika dua helikopter bertabrakan di Arizona dalam latihan, Kamis (23/2). Kecelakaan itu terjadi di tempat pelatihan militer di kota Yuma pada Rabu (22/2) malam waktu setempat (Kamis WIB). Prajurit yang tewas berasal dari satuan Sayap Pesawat Marinir III yang bermarkas di Miramar di California selatan.

"Pesawat AH-1W 'Cobra' dan pesawat UH-1Y 'Huey' sedang melakukan operasi latihan rutin ketika bertabrakan sekitar pukul 20.00 (Kamis pukul 10.00 WIB)," kata Korps Marinir AS dalam sebuah pernyataan.

"Keadaannya masih diselidiki," tambah pernyataan itu.

Berita MSNBC melaporkan, tidak ada korban yang selamat dalam kecelakaan tersebut.

Marinir AS melakukan latihan-latihan penerbangan di pangkalan udara Yuma di Arizona. Senator senior AS asal Arizona, John McCain, mengungkapkan bela-sungkawa atas musibah itu dalam sebuah pernyataan.

Kecelakaan itu merupakan yang terakhir dari serangkaian musibah yang dialami satuan Sayap Pesawat Marinir III.

Dua marinir tewas pada September ketika helikopter mereka jatuh selama latihan di Camp Pendleton, sebelah utara San Diego, yang mengakibatkan kebakaran semak-semak.

Pada Agustus, dua marinir terpaksa meloncat dari jet tempur F/A-18 mereka sebelum pesawat itu jatuh di Lautan Pasifik. Kedua marinir itu diselamatkan empat jam kemudian. Pada Juli, seorang veteran penerbang marinir tewas ketika helikopter UH-1Y yang dibawanya jatuh di Camp Pendleton.

Redaktur : Ramdhan Muhaimin
Sumber : ANTARA/AFP
Allah melaknat orang yang menyuap dan orang yang menerima suap(HR Muslim )
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Zulkifli Hasan: Halal Itu Budaya Indonesia
JAKARTA -- Predikat negara dengan penduduk mayoritas Islam terbesar di dunia, membuat produk halal menjadi sesuatu yang penting di Indonesia. Bahkan Ketua MPR...