Di Belanda, Jarang Melihat Kaum Hawa di 'Posisi Atas'

Rabu, 22 Pebruari 2012, 06:16 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, AMSTELVEEN - Jika kaum hawa begitu merata menduduki posisi puncak atau 'di atas' di beberapa negara di dunia, tidak halnya bagi belanda.

Di negera Kincir angin tersebut, kaum hawa hanya sekitar 19 persen. Secara global, hal tersebut sangat rendah. Demikian penelitian biro Mercer terhadap 5321 organisasi di 30 negara.

Posisi puncak yang dipegang perempuan dan pria di Eropa masih tetap tidak seimbang. Sebanyak 71 persen jabatan dewan pengurus dan direktur utama masih tetap dipegang kaum adam dan sisanya atau 'hanya' sekitar 29 persen digenggam kaum hawa.

Menurut biro Mercer, keterbelakangan posisi perempuan di Belanda itu disebabkan karena banyak yang bekerja sebagai tenaga lepas. Kondisi itulah yang membuat kaum hawa sulit menembus posisi puncak.

Di lain pihak pria dengan posisi puncak dalam praktiknya juga memberi lebih banyak peluang pada pria untuk jabatan-jabatan penting. Di Eropa timur banyak perempuan yang berhasil meraih puncak karir mereka.

Di Lithuania misalnya, sebanyak 44 persen posisi puncak dipegang direktur wanita perempuan. Bulgaria pada tempat kedua dengan 43 persen. Rusia pada tempat ketiga, sebanyak 40 persen jabatan ketua dewan pengurus dan direktur manajemen dijabat perempuan.

Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: ANP/RNW
Ibnu Abbas r.a. berkata, "Aku termasuk orang-orang yang didahulukan oleh Nabi pada malam Muzdalifah. Sebab, tergolong dari keluarganya yang lemah-lemah." (Dalam satu riwayat: dengan membawa bekal perjalanan (dari jama pada waktu malam).(HR Bukhari)
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, TEGAL - Di Tegal terdapat ketupat dengan kuah santan yang kental dan terasa pedas di lidah, yang...