Rabu, 24 Syawwal 1435 / 20 Agustus 2014
find us on : 
  Login |  Register

Dukung Suriah, Kapal Perang Iran Merapat

Selasa, 21 Februari 2012, 17:53 WIB
Komentar : -1
worldnews
kapal perang iran
kapal perang iran

REPUBLIKA.CO.ID, AMAN -- Rusia, Cina dan Iran menunjukkan dukungan untuk Presiden Suriah Bashar al-Assad sehari sebelum pertemuan internasional, Senin (20/2).

Assad bertemu dengan seorang politisi senior Rusia di Damaskus. Pertemuan tersebut menegaskan dukungan Moskow bagi reformasi di Suriah dan membicarakan mengenai intervensi asing dalam upaya mengatasi pemberontakan.

Cina menuduh negara-negara Barat mengobarkan perang saudara di Suriah. Dua kapal perang Iran berlabuh di sebuah pangkalan angkatan laut Suriah pada Sabtu, menggarisbawahi meningkatnya ketegangan internasional selama satu tahun terakhir.

Kapal tersebut disebut-sebut akan memberikan pelatihan bagi angkatan laut Suriah. Hal ini menambah kekhawatiran Barat bahwa krisis Suriah bisa meluap ke dalam konflik regional jika tidak segera teratasi, seperti dikutip dari televisi pemerintah Iran.

Wakil Perdana Menteri Israel Dan Meridor mempertanyakan pergerakan Iran ini. Ia mengatakan Assad menerima dukungan dari Iran dan kelompok militan Hizbullah, dan bahwa Rusia dan Cina telah memberinya 'lisensi untuk membunuh.'

Pasukan pemerintah terus mendesak dengan tindakan keras terhadap pemberontakan antiAssad. Krisis ini memasuki pekan penting sebab negara-negara Barat dan Arab mengadakan sebuah konferensi di Tunisia pada Jumat untuk mendesak Assad menyerahkan kekuasaannya.

Pemerintahan Assad berencana untuk mengadakan referendum untuk konstitusi baru. Referendum tersebut ditujukan untuk mengadakan pemilu multipartai dalam waktu 90 hari.

Reporter : Ani Nursalikah
Redaktur : Hafidz Muftisany
Dan janganlah kamu campur-adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu sedang kamu mengetahui.(QS Al-Baqarah: 42)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar