Selasa, 27 Zulhijjah 1435 / 21 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

AS Tuding Iran Siapkan Perahu Bom Bunuh Diri

Senin, 13 Februari 2012, 20:52 WIB
Komentar : 1
Kapal Selam Iran
Kapal Selam Iran

REPUBLIKA.CO.ID, Sebuah tudingan baru disampaikan Amerika Serikat (AS). Kali ini keluar dari mulut komandan pasukan Angkatan laut (AL) AS, Wakil Laksamana Mark Fox. Ia menuding, Iran telah membangun angkatan laut di Teluk Persia dan mempersiapkan perahu yang dapat digunakan dalam serangan bunuh diri, tapi Angkatan Laut AS dapat mencegah pemblokiran Selat Hormuz.

"Mereka telah meningkatkan jumlah kapal selam ... mereka meningkatkan jumlah perahu cepat," kata Wakil Laksamana Mark Fox kepada Reuters, Ahad (12/2). "Beberapa kapal kecil telah dilengkapi dengan hulu ledak besar yang dapat digunakan sebagai perangkat bunuh diri," katanya menambahkan.

"Kami menyaksikan perkembangan minat mereka untuk memproduksi roket dan rudal balistik jarak pendek, menengah dan jauh. Tentu saja untuk pengembangan program nuklir mereka," kata Fox, yang memimpin Armada Kelima AS dalam briefing di pangkalan militer di Bahrain. "Iran kini memiliki 10 kapal selam kecil," ujarnya lagi.

Ditanya apakah Angkatan Laut AS dipersiapkan untuk serangan atau krisis lain di Teluk Persia, Fox mengatakan, "Kami sangat waspada, kami telah membuat berbagai macam opsi untuk diberikan kepada presiden dan kami siap ... Bagaimana jika itu terjadi malam ini? Kami siap hari ini."

Pada kesempatan itu, Fox menegaskan bahwa diplomasi tetap harus menjadi prioritas dalam menyelesaikan ketegangan. Selain memimpin Armada Kelima AS, Fox juga komandan satuan tugas angkatan laut multinasional, yang bertanggung jawab untuk memastikan rute transportasi di Teluk Persia tetap terbuka.

Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : IRIB
"Tidak masuk surga orang yang ada dalam hatinya seberat biji sawi dari kesombongan"((HR Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Konversi Minyak ke Gas, Bisakah?
JAKARTA -- Konversi minyak ke gas bisa menjadi cara pemerintah untuk mengurangi konsumsi BBM di Indonesia. Pelaksana tugas Direktur Utama Pertamina Muhamad Husen...