Thursday, 27 Ramadhan 1435 / 24 July 2014
find us on : 
  Login |  Register

Hina Nabi Muhammad di Twitter, Wartawan Saudi Ditahan

Sunday, 12 February 2012, 16:16 WIB
Komentar : 1

REPUBLIKA.CO.ID, Polisi Malaysia menahan wartawan Arab Saudi, Hamzah Kashgari yang dituduh menghina Nabi Muhammad melalui Twitter. Hamza Kashgari ditangkap ketika tiba di bandara internasional Kuala Lumpur pada Kamis dan ia masih menjalani pemeriksaan.

Kashgari melarikan diri dari Saudi setelah komentar di jaringan media sosial twitter menimbulkan seruan agar ia dieksekusi.

Wartawan berusia 23 tahun tersebut telah minta maaf dan menghapus komentarnya di twitter. Kini polisi Malaysia melakukan kontak dengan otoritas di Saudi, namun masih belum jelas apakah Kashgari akan diekstradisi.

Organisasi HAM, Human Rights Watch, mendesak Malaysia untuk tidak mendeportasi dan menyerukan pembebasan Kashgari dengan segera. Karena kolumnis surat kabar tersebut kemungkinan akan menghadapi eksekusi bila dikirim ke Saudi.



Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : www.radioaustralia.net.au
Barang siapa yang mentaatiku berarti ia telah mentaati Allah, dan barang siapa yang mendurhakai perintahku, maka berarti ia telah mendurhakai Allah. Barang siapa yang mematuhi pemimpin berarti ia telah mematuhiku dan barang siapa yang mendurhakai pemimpin berarti ia telah mendurhakaiku(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Buka Puasa Bersama Obama Diwarnai Seruan Boikot
WASHINGTON -- Acara buka puasa tahunan di Gedung Putih diwarnai seruan boikot, sebagai bentuk protes kebijakan pemerintahan Obama terhadap konflik di Gaza. Selengkapnya...