Jumat, 7 Muharram 1436 / 31 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Menyiksa Hewan, Australia Tutup Rumah Potong

Jumat, 10 Februari 2012, 12:14 WIB
Komentar : 1
news.id.msn.com
Sapi Australia (ilustrasi)
Sapi Australia (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SIDNEY -- Satu rumah potong hewan di Australia, Hawkesbury Valley Meat Processors, ditutup pihak berwenang setelah munculnya rekaman yang menunjukkan adanya perlakuan buruk terhadap hewan. Peristiwa tersebut terjadi kurang dari setahun setelah Canberra menghentikan ekspor sapi ke Indonesia sebagai bentuk keprihatinan perlakuan buruk terhadap hewan.

Badan Pengawas Australia pada Kamis (9/2) malam mengatakan mereka menghentikan pembantaian terhadap hewan di rumah potong Sidney setelah melihat video pembunuhan domba, sapi, kambing, dan babi, termasuk babi yang dipecahkan kepalanya dengan menggunakan balok logam.

"Tak dapat disangkal bahwa video itu sangat mengganggu. Saya terkejut. Saya pikir ini adalah kasus terburuk yang pernah saya lihat di rumah potong hewan. Dalam hal ini terjadi pelanggaran kesejahteraan hewan," ujar Pejabat Otoritas Pangan New South Wales Peter Day, seperti diberitakan AFP, Jumat (10/2). Video itu ditunjukkan stasiun televisi ABC.

Peter Day mengatakan rekaman itu tidak menunjukkan industri secara keseluruhan. Peter Day mengatakan peristiwa itu merupakan perilaku nakal yang tidak diharapkan. Sementara pihak rumah potong mengatakan telah memecat atau memberi tugas lain kepada pekerja yang terlibat dalam peristiwa itu. Pihak rumah potong juga mengatakan akan bekerja sama dalam penyelidikan yang sedang berlangsung.


Redaktur : Dewi Mardiani
Sumber : Antara
Tanda-tanda orang munafik ada tiga, yaitu bila berbicara dusta, bila berjanji tidak ditepati, dan bila diamanati dia berkhianat. ((HR Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
'Satu Satu Aku Sayang Ibu,' Siswa SD di Amerika Bernyanyi dan Bermain Angklung
WASHINGTON DC -- Sekitar 200 siswa SD dari tiga negara bagian di Amerika mempergelarkan musik angklung di Washington DC. Mereka tampil dalam rangkaian...