Pangan Iran Mulai Tertekan, Stok Beras, Minyak dkk Menipis

Kamis, 09 Pebruari 2012, 15:49 WIB
Pangan Iran Mulai Tertekan, Stok Beras, Minyak dkk Menipis
Pasar kebutuhan pangan Isfahan di Iran
Berita Terkait

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN - Sanksi baru yang dijatuhkan AS, Uni Eropa dan negara-negara lainnya terhadap Iran ternyata berdampak pada perdagangan internasional Iran. Iran sampai saat ini membantah sanksi tersebut menyebabkan bahaya serius bagi perekonomian mereka. Namun, kenyataannya, Teheran kesulitan membeli beras, minyak untuk memasak dan produk lainnya.

Para pedagang komoditas mengatakan sanksi tersebut merupakan malapetaka sehingga Iran kesulitan mengimpor dan menerima pembayaran untuk ekspor minyaknya. Harga-harga kebutuhan pokok pun semakin meningkat.

Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak pada Selasa (7/2) mencari alternatif sumber minyak selain Iran ke Timur Tengah. Perusahaan minyak Denmark AP Moller-Maersk, Rabu (8/2) mengatakan telah menghentikan transportasi minyak berupa karko dan tanker minyak Iran terkait sanksi Uni Eropa.

Sementara para pedagang di Asia mengatakan kepada Reuters pada Selasa (7/2) bahwa ekspor kelapa sawit Malaysia dihentikan karena Iran kesulitan untuk membayar. Padahal, kelapa sawit adalah sumber konsumsi Iran untuk membuat margarin dan pangan.

Pedagang di Malaysia mengatakan pengiriman minyak sawit di Iran sebagian besar telah dihentikan sejak akhir tahun lalu. Hal ini dilakukan karena sanksi AS dan Uni Eropa yang menyulitkan pembeli untuk memeroleh kredit dan melakukan pembayaran melalui perantara Uni Emirat Arab.

"Mereka mengatakan ini semua demi semangat persaudaraan muslim. Saya dengar ada permintaan 5000 ton pengiriman di bulan Februari atau Maret, tetapi tidak ada yang mau mengambil resiko itu sekarang,” kata seorang pedagang di Kuala Lumpur yang tak disebut namanya.

Namun demikian, pembeli Iran masih dapat membeli barang melalui perantara. "Kami menjual kepada pihak-pihak yang berbeda dan mereka mungkin akan membawanya ke Iran," kata pejabat di Singapura. "Saya mengatakan kami tetap menjual, jadi saya tidak tahu apakah ia pergi atau tidak pergi ke Iran,” katanya.

Salah satu pabrik margarin di Iran mengatakan pasokan minyak kelapa sawit berkurang drastis dan bisa saja pabrik dapat ditutup segera. “Saya memprediksi lebih dari tiga atau empat bulan minyak gorengg kita akan habis dan Iran tak mampu menghasilkan minyak sebanyak itu.

Iran juga gagal melakukan pembayaran beras dari pemasok India. Presiden Asosiasi Eksportir Beras All India 'mengatakan pihaknya menyarankan eksportir untuk menghentikan penjualan beras ke Iran.

"Sebagai bagian dari upaya kami untuk meminimalkan kerugian, kami meminta rekan-rekan kami untuk menghindari mengirimkan beras secara kredit," kata Vijay Setia. Pembeli asal Iran biasanya membayar beras India melalui perantara di UAE, tetapi kini tidak bisa dilakukan lagi.

Padahal, beras adalah makanan pokok utama Iran dan jagung digunakan sebagai pakan utama hewan. Dengan jatuhnya mata uang Riyal, harga beras menjadi lima dolar per kilogram dari hanya 2 dolar per kilogram tahun lalu.

Redaktur: Ajeng Ritzki Pitakasari
Reporter: Lingga Pramesti
Aisyah Ummul Mukminin r.a. berkata, "Wahai Rasulullah, kami melihat bahwa jihad (berperang) itu seutama-utama amal, apakah kami tidak perlu berjihad?" Nabi saw. bersabda, 'Tidak, bagi kalian jihad yang paling utama adalah haji mabrur." (HR Bukhari)
Obama, Jumat, 10 Pebruari 2012, 12:05

Pemimpin yg tidak bijaksana mengakibatkan sengsara rakyatnya.... kalau berasnya habis,... rebus nuklir makan...

Balas
unclesam, Jumat, 10 Pebruari 2012, 01:22

Ga usah dipercaya , hanya propaganda belaka , termasuk yang komen itu ada "combe-combe", iran tuh udah di embargo taunan , ga ngefek cuma urusan perut doang..udah biasa orangnya puasa .. Biasa la namanya propaganda

Balas
Jendol, Kamis, 9 Pebruari 2012, 22:34

dengan system barter aja khan bs Kembali kemasa lalu...sambil nunggu AS&Israel; hancur.trus Jd deh China jd negara adi kuasa...nanti nilai tukarnya pke mata uang China Stujuuuuu?????

Balas
pengikut mahdi, Kamis, 9 Pebruari 2012, 18:22

dajjal membawa 2 hal sungai dan api sungainya dajjal adalah sebenarnya api dan apinya dajjal adalah air yg menyejukan..iran memilih api karena tidak menuruti kemauan sang dajjal...semoga pertolongan dan Ridha Allah akan mengiringi kaum yg tidak menuruti kemauan dajjal

Balas
widio, Kamis, 9 Pebruari 2012, 18:21

ya kalo gak bisa ngejual kesana ya disumbangkan lah ke masyarakat iran.....

Balas
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, TEGAL - Di Tegal terdapat ketupat dengan kuah santan yang kental dan terasa pedas di lidah, yang...