Sunday, 29 Safar 1436 / 21 December 2014
find us on : 
  Login |  Register

Inggris Militerisasi Pulau Falkland, Argentina Kecam

Wednesday, 08 February 2012, 13:46 WIB
Komentar : 0
Pulau Falkland yang dipersengketakan Inggris dan Argentina. Argentina menyebut pulau itu, Pulau Malvinas
Pulau Falkland yang dipersengketakan Inggris dan Argentina. Argentina menyebut pulau itu, Pulau Malvinas

REPUBLIKA.CO.ID, BUENOS AIRES - Presiden Cristina Fernandez mengatakan, Argentina akan menyampaikan keluhan secara resmi kepada Dewan Keamanan PBB terkait sikap Inggris yang telah mengirim kapal perangnya ke Pulau Falkland. Langkah Inggris mengirim kapal perang canggih tersebut dinilai mengancam keamanan negara Argentina.

Bulan lalu, Inggris mengirim kapalnya, HMS Dauntless ke pulau tersebut. London mengatakan, tindakan tersebut merupakan hal yang rutin dilakukan. Tak ketinggalan, Pangeran William juga terlihat datang dalam tim militer sebagai pilot helikopter.

"Kami ingin melihat dia (William) datang dengan pakaian sipil, bukan militer," ujarnya, seperti dikutip dari Reuters.

Fernandez menuding Perdana Menteri Inggris David Cameron telah memiliterisasi sengketa kedaulatan Argentina atas pulau yang terletak di kepulauan Atlantik Selatan tersebut. Argentina bertekad akan merebut kembali pulau yang mereka sebut Malvinas itu dengan cara diplomatis dan negosiasi. Ia memperingatkan Cameron agar melakukan cara-cara damai terlebih dahulu.

"Kita telah lama menderita karena kekerasan militer," katanya dalam pidato yang disiarkan secara nasional, Rabu (8/2).

Kerumunan warga Argentina yang meneriakkan 'Malvinas' terdengar di luar istana saat Fernandez sedang berbicara. Inggris mengklaim telah menemukan dan memiliki pulau itu jauh sebelum negara Argentina ada. Kerajaan Spanyol juga mengklaim selama bertahun-tahun, hingga kemudian Inggris menangkap mereka pada 1833.

Sengketa perebutan Pulau Falkland (Malvinas) antara Inggris dan Argentina telah berlangsung sejak 180 tahun lalu. Dan beberapa pekan terakhir, ketegangan antara dua negara tersebut semakin memanas.

Tabloid di London dan para pemimpin Inggris menggambarkan Argentina sebagai negara yang berbahaya. Pada 1976 hingga 1983 pecah perang antara Argentina dan Inggris. Sebanyak 649 warga Argentina dan 257 orang Inggris tewas saat itu. Pejabat Inggris melalui Kementerian Luar Negeri mengatakan, tidak ada lagi yang perlu dinegosiasikan dengan Argentina. London bersikeras tidak akan membahas kedaulatan atas pulau yang dihuni oleh sekitar 3.100 orang Inggris tersebut, kecuali penghuni pulau menginginkan pembicaraan.

Reporter : Ani Nursalikah
Redaktur : Ramdhan Muhaimin
Sumber : Reuters
Harta itu lezat dan manis, siapa yang menerimanya dengan hati bersih, ia akan mendapat berkah dari hartanya tersebut(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Upaya Pembunuhan Kim Jong Un, Film Ini Batal Putar
WASHINGTON DC -- Sony Pictures diperkirakan rugi sekitar 100 juta dolar karena batalnya pemutaran film "The Interview" akibat ancaman serangan ke bioskop-bioskop yang...