Mantan Petinggi Uni Eropa Dukung Iran

Rabu, 08 Pebruari 2012, 00:20 WIB
AP
Mantan Petinggi Uni Eropa Dukung Iran
Pasukan Garda Revolusi Iran

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Sejumlah negara mulai gencar menyuarakan dukungan mereka terhadap program nuklir Iran untuk perdamaian. Rusia melalui Menteri Luar Negeri, Sergei Lavrov, mendukung Iran dengan kegiatan nuklirnya.

Menteri Luar Negeri Bahrain, Shaikh Khalid bin Ahmed bin Mohammed Al Khalifa, juga mendukung hak Iran untuk memanfaatkan energi nuklir damai. Pernyataan senada juga disampaikan oleh Javier Solana yang merupakan mantan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa.

Solana menyerukan negara-negara Eropa harus melanjutkan pembicaraan dengan Iran. "Kanal perundingan harus tetap terbuka dan kita perlu melanjutkan negosiasi dengan Iran," ujar Solana.

Solana mencatat bahwa Tel Aviv benar-benar khawatir tentang kegiatan nuklir Teheran. Israel tahu dengan baik bahwa setiap serangan terhadap Iran itu memiliki konsekuensi tak terduga. Kebijakan memerangi Iran dapat memperburuk situasi.

Sementara itu, pemerintah Iran menyebut sanksi baru AS atas bank sentral Iran merupakan langkah antagonis AS. Sanksi tidak akan memiliki dampak pada program nuklir Iran.

"Ini merupakan langkah antagonis dan perang psikologis yang tidak berdampak apa-apa pada Iran. Tidak ada yang baru selama lebih dari 30 tahun melawan AS," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ramin Mehmanparast, dalam konferensi pers, Selasa (7/2).

Pernyataan Menlu Iran itu datang setelah Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi  pembekuan  Bank Sentral Iran. Sanksi tambahan itu memerintahkan seluruh aset dan dana milik Iran termasuk institusi keuangan Iran untuk diblokir, dialihkan, diekspor, ditarik dan dicairkan.

Sejumlah aset pribadi pun juga berpotensi terkena sanksi baru AS. Yakni, sejumlah aset pribadi tertentu yang diduga terkait dengan pemerintah Iran.

Redaktur: Didi Purwadi
Reporter: Lingga Permesti
Sumber: AP/Reuters
Dan takutlah kamu kepada suatu hari di waktu seseorang tidak dapat menggantikan seseorang lain sedikitpun dan tidak akan diterima suatu tebusan daripadanya dan tidak akan memberi manfaat sesuatu syafaat kepadanya dan tidak (pula) mereka akan ditolong. ((QS. Al-Baqarah [2]:123))
suwandodo, Rabu, 8 Pebruari 2012, 11:24

Amerika dan sekutunya menggiring opini yang menyesatkan terhadap iran, disamping itu merekalah yang mencundangi hukum-hukum internasional..........

2 Balasan
Paus, Rabu, 8 Pebruari 2012, 18:40

bukan mau dipecundangi aja mas malah minta...biar ada proyek....

ALEX, Rabu, 8 Pebruari 2012, 15:41

SAYA SEPENDAPAT MAS BROO.... MEMANG SELAMA INI NEGARA-NEGARA KECIL YANG TAK BERDAYA MELAWAN HUKUM-HUKUM INTERNASIONAL YANG SEBENARNYA TIDAK BERPIHAK PADA NEGARA KECIL, HANYA MEREKALAH YANG MENDAPAT KEUNTUNGAN .... APAKAH BANGSA KITA MAU DIPECUNDANGI ..........................................

Anam, Rabu, 8 Pebruari 2012, 10:25

Bentar lg org2 Amerika & sktnya akn hncr atas ijin Alloh akibat ulah mrk sndiri, tp anehnya msh byk org Indonesia yg memuji AS. Bhkan takut membela iran.

Balas
bodoh, Rabu, 8 Pebruari 2012, 09:37

hanya satu kata hidup PINDAD dan RUSIA

Balas
Jaafar, Rabu, 8 Pebruari 2012, 09:32

Yang punya hak pengembangan Nuklir hanya AS / Israel negara lain tidak boleh...ini hukum apa ? hukum rimba yg diterapkan....

Balas
paus, Rabu, 8 Pebruari 2012, 06:49

selama 33 th. tak ada hubungan diplomatik..masa punya aset diamerika...guyonan manusia setengah gila....hehehee

Balas
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, TEGAL - Di Tegal terdapat ketupat dengan kuah santan yang kental dan terasa pedas di lidah, yang...