Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Cuaca 'Bekukan' Eropa, Ratusan Orang Tewas Membeku

Senin, 06 Februari 2012, 08:09 WIB
Komentar : 0
AP/Sergei Chuzavkov
Seorang warga berjalan di sebuah jalan di ibukota Ukraina, Kiev, Jumat (3/2).

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Cuaca dingin ekstrim melanda seluruh Eropa tahun ini. Cuaca buruk telah mengganggu aktivitas masyarakat dan menelan ratusan korban jiwa di seluruh daratan Eropa.

Menurut laporan, jumlah korban tewas meningkat menjadi 300 orang di seluruh daratan Eropa. Saat ini warga negara-negara dari Italia ke Ukraina sedang berjuang untuk mengatasi suhu terendah sepanjang beberapa tahun belakangan.

Cuaca dingin dan hujan salju lebat telah memaksa beberapa bandara utama termasuk Heathrow di London membatalkan sejumlah penerbangan pada Ahad (5/2). Sekitar 400 penerbangan diperkirakan akan terganggu di bandara tersibuk di dunia itu.

Ukraina menderita korban terparah dengan angka kematian tertinggi mencapai 131 orang. Ukraina selama sembilan hari terakhir 'dibekukan' cuaca dingin. Suhu di Ukraina mencapai titik beku terburuk hingga minus 38 derajat.

Banyak dari mereka yang tewas adalah gelandangan. Mayat mereka ditemukan di jalan-jalan di bawah salju, di sungai dan di pintu.

Delapan orang telah dinyatakan tewas membeku selama 24 jam terakhir di Polandia. Sehingga, total jumlah korban tewas di Polandia sejauh ini telah mencapai 53 orang.

Di Prancis, jumlah korban tewas mencapai tujuh orang setelah seorang anak laki-laki berumur 12 tahun meninggal karena hipotermia pada Sabtu. Anak tersebut jatuh ke dalam kolam yang beku. Laporan lain juga menyebutkan adanya korban akibat cuaca buruk di Austria, Yunani dan Jerman.

Di Roma, warga dikejutkan adanya salju untuk pertama kalinya sejak tahun 1985. Salju yang turun itu telah  menyebabkan kemacetan lalu lintas dan mengganggu aktivitas warga setempat.

Reporter : Amri Amrullah
Redaktur : Didi Purwadi
Sumber : www.irib.ir
5.925 reads
Harta itu lezat dan manis, siapa yang menerimanya dengan hati bersih, ia akan mendapat berkah dari hartanya tersebut(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
  Sampurna Jaya Senin, 6 Februari 2012, 11:32
Sangat menderita, sudah jatuh resesi tertimpa cuaca buruk...cobaan dari yang maha kuasa. Naudzubillah min dzalik.
  ARB Senin, 6 Februari 2012, 10:05
Pemanasan Global ternyata bohong!
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda