
REPUBLIKA.CO.ID, BAGHDAD - Pekan ini Irak mengeksekusi mati 17 orang dalam satu hari. Dengan begitu, Irak telah mengeksekusi 51 orang sejak awal tahun 2012.
Dalam sebuah pernyataan Kementerian Hukum Irak, 17 orang yang dieksekusi itu terlibat dalam kasus terorisme dan kriminal. "Kementerian akan terus menegakkan hukum sesuai dengan konstitusi yang berlaku," kata Menteri Hukum Irak Hassan al-Shammari dalam pernyataan tersebut, Rabu (1/2)
Bulan lalu, Juru Bicara Kementerian Hukum Irak Haidar al-Saadi mengumumkan telah mengeksekusi 34 orang. Di antaranya dua perempuan dan seorang warga Suriah. Jumlah itu hanya setengah dari 2011. Tahun lalu tercatat 68 orang telah dieksekusi mati, termasuk tiga warga asing dan tiga perempuan Irak.
Komisioner Tinggi Hak Asasi Manusia PBB Navi Pillay mengaku terkejut dengan jumlah tersebut. Ia mengkritisi kurangnya transparansi dalam proses persidangan dan meminta penangguhan atas hukuman mati.
"Saya meminta pemerintah Irak agar segera membuat moratorium mengenai hukuman mati ini," katanya, seperti dikutip dari laman Egyptian Gazette, Sabtu (4/2).
Pillay yang juga hakim pengadilan tinggi di Afrika Selatan itu menambahkan, jika standar hukum yang paling adil sekalipun diteliti, jumlah tersebut terlalu banyak. Apalagi dilakukan dalam satu hari.
PBB memperkirakan lebih dari 1.200 orang telah menjalani hukuman mati di Irak sejak 2004. Belum jelas berapa jumlah yang telah dieksekusi.
Wajar ,seharusnya tidak ada tempat bagi kejahatan teroris.
Balas