Selasa, 27 Zulhijjah 1435 / 21 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Pembicara Anti Islam Dilarang Bicara di Akademi Militer AS

Selasa, 31 Januari 2012, 10:46 WIB
Komentar : 0
washington one
William G.
William G. "Jerry" Boykin

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON - The Council on American-Islamic Relations (CAIR) Senin, (30/1) menyambut baik larangan untuk pembicara militer anti-Islam, Purnawirawan Letnan Jenderal William G. "Jerry" Boykin, dari berbagai acara di Akademi Militer ternama Amerika Serikat (AS) di West Point.

Boykin selalu mengkampanyekan bahwa Islam di AS tidak boleh dilindungi oleh Undang-Undang. "tidak ada masjid di Amerika, dan tidak ada dialog antaragama atau kerjasama antara Muslim dan Kristen,"ucap Boykin disalah satu kampanye Anti-Islamnya.

CAIR yang baru-baru ini telah bergabung dengan VoteVets.org, sebuah koalisi veteran dari Irak dan Afghanistan di akademi militer ini, meminta untuk menarik kembali undangan karena pandangan Islamofobia Boykin.

Direktur Eksekutif CAIR, Nihad Awad beberapa kali telah menantang kefanatikan Boykin untuk berdialog atas penghinaannya tersebut. "Kami menyambut pembatalan Boykin dari acara akademi militer ini dan berharap bahwa pembicara yang menggantikan dia akan menawarkan taruna sebuah pesan spiritual yang mempromosikan toleransi dan saling pengertian," kata Direktur Eksekutif Nasional CAIR Nihad Awad.


Reporter : Amri Amrullah
Redaktur : Hafidz Muftisany
(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.(QS:Al Baqarah 197)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Konversi Minyak ke Gas, Bisakah?
JAKARTA -- Konversi minyak ke gas bisa menjadi cara pemerintah untuk mengurangi konsumsi BBM di Indonesia. Pelaksana tugas Direktur Utama Pertamina Muhamad Husen...