Sabtu, 1 Muharram 1436 / 25 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Pembicara Anti Islam Dilarang Bicara di Akademi Militer AS

Selasa, 31 Januari 2012, 10:46 WIB
Komentar : 0
washington one
William G.
William G. "Jerry" Boykin

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON - The Council on American-Islamic Relations (CAIR) Senin, (30/1) menyambut baik larangan untuk pembicara militer anti-Islam, Purnawirawan Letnan Jenderal William G. "Jerry" Boykin, dari berbagai acara di Akademi Militer ternama Amerika Serikat (AS) di West Point.

Boykin selalu mengkampanyekan bahwa Islam di AS tidak boleh dilindungi oleh Undang-Undang. "tidak ada masjid di Amerika, dan tidak ada dialog antaragama atau kerjasama antara Muslim dan Kristen,"ucap Boykin disalah satu kampanye Anti-Islamnya.

CAIR yang baru-baru ini telah bergabung dengan VoteVets.org, sebuah koalisi veteran dari Irak dan Afghanistan di akademi militer ini, meminta untuk menarik kembali undangan karena pandangan Islamofobia Boykin.

Direktur Eksekutif CAIR, Nihad Awad beberapa kali telah menantang kefanatikan Boykin untuk berdialog atas penghinaannya tersebut. "Kami menyambut pembatalan Boykin dari acara akademi militer ini dan berharap bahwa pembicara yang menggantikan dia akan menawarkan taruna sebuah pesan spiritual yang mempromosikan toleransi dan saling pengertian," kata Direktur Eksekutif Nasional CAIR Nihad Awad.


Reporter : Amri Amrullah
Redaktur : Hafidz Muftisany
Sesungguhnya seorang pemimpin itu merupakan perisai, rakyat akan berperang di belakang serta berlindung dengannya. Bila ia memerintah untuk takwa kepada Allah azza wa jalla serta bertindak adil, maka ia akan memperoleh pahala. Namun bila ia memerintah dengan selainnya, maka ia akan mendapatkan akibatnya.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Era Konversi Digital Ancam 'Layar Tancap'
ILLINOIS -- Pada akhir 2013 mayoritas studio film AS telah berhenti mendistribusikan film seluloid dalam format 35 milimeter, membuat berbagai bioskop independen semakin...