Sabtu, 4 Zulqaidah 1435 / 30 Agustus 2014
find us on : 
  Login |  Register

Ngeri... Kekerasan Seks di Kalangan Militer AS Meningkat

Jumat, 20 Januari 2012, 15:48 WIB
Komentar : 0
presstv
Tentara AS (ilustrasi)
Tentara AS (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,  WASHINGTON -- Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) menghadapi masalah yang cukup pelik. Betapa tidak. Angka kejahatan kekerasan seks yang dilakukan oleh anggota angkatan darat aktif di negeri Paman Sam meningkat tajam selama lima tahun terakhir.

Menurut laporan yang dirilis Angkatan Darat AS, meningkatnya angka kejahatan kekerasan seks itu dipicu oleh trauma akibat perang. Selama lima tahun terakhir, 2006-2011, angka kejahatan kekerasan seks melonjak sekitar 90 persen. Pada 2011, terjadi 2.811 kejahatan kekerasan yang dilakukan Angkatan Darat AS, dan separuh dari angka itu adalah kejahatan kekerasan seks.

Sebagian besar kasus kekerasan seks itu terjadi di Amerika Serikat. Pada 2011, setiap enam jam 40 menit terjadi kejahatan kekerasan seks. Menurut laporan itu, tingginya tingkat kejahatan kekerasan seks bisa terjadi karena faktor kesengajaan, disiplin yang longgar, adrenalin pasca-perang, tingkat stres yang tinggi, dan masalah kesehatan perilaku.

"Sementara kita telah membuat kemajuan yang luar biasa selama dekade terakhir, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan," ujar Wakil Kepala Staf Angkatan Darat AS, Jenderal Peter Chiarelli.

Kejahatan kekerasan seks yang dilakukan oleh pasukan Angkatan Darat AS meningkat pada tingkat yang konsisten melampaui tren nasional. Lima besar pelanggaran kejahatan kekerasan seks yang dilakukan tentara pada tahun 2011 antara lain; perkosaan, penyerangan seksual, sodomi paksa, dan pornografi anak.

Beramallah kamu sekalian, karena beramal akan merubah sesuatu yang buruk yang telah ditentukanNya padamu(HR Bukhori-Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar