Selasa, 3 Safar 1436 / 25 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Perang Iran Bisa Akhiri Kehidupan di Bumi

Kamis, 19 Januari 2012, 15:30 WIB
Komentar : 1
AP/Fars News Agency, Hamed Jafarnejad
Angkatan Laut Iran menggelar latihan perang dengan meluncurkan rudal Ghader di pantai laut Oman pada Senin (2/1).
Angkatan Laut Iran menggelar latihan perang dengan meluncurkan rudal Ghader di pantai laut Oman pada Senin (2/1).

REPUBLIKA.CO.ID,  Mantan Asisten Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS), Paul Craig Roberts, mengingatkan, jika Perang Iran terjadi, maka kehidupan umat manusia di muka bumi bisa berakhir.

Dalam sebuah artikel yang dimuat pada Global Research, Craig Roberts mengungkapkan, AS akan menyalahkan Israel jika Perang Iran terjadi. Menurut dia, peringatan yang dilontarkan AS kepada Israel agar tak menyerang Iran, merupakan upaya negeri Paman Sam itu untuk menghindar dari tanggung jawab.

''Jika perang meletus, Rusia dan Cina akan mengintervensi atau nuklir mulai berterbangan, Washington ingin menyalahkan Israeel dan Israel pun tampaknya bersedia disalahkan,'' ujar Craig Robert.

Pekan lalu, The Wall Street Journal, melaporkan bahwa AS telah berupaya untuk meyakinkan pemimpin Israel agar tak menempuh tindakan militer untuk menyerang Iran. Namun, permintaan itu direspons secara datar oleh para pemimpin Israel.

"Jika Washington benar-benar tak menginginkan perang dengan Iran, maka tak akan memberikan senjata yang diperlukan Israel dan tak akan mengerahkan ribuan pasukannya ke Israel,'' papar Craig Roberts.

Menurut dia, jika Washington tak menginginkan perang dengan Iran, maka tak akan membangun sistem rudal pertahanan bagi Israel dan tidak akan melakukan latihan bersama dengan militer Israel. Namun, baru-baru ini AS merencanakan latihan perang bersama Israel.

Redaktur : Heri Ruslan
Sumber : presstv.ir
Wahai para pedagang, sesungguhnya setan dan dosa keduanya hadir dalam jual-beli. Maka hiasilah jual-beli kalian dengan sedekah(HR. Tirmidzi)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Baru 10 Persen Tergarap, Wisata Lombok Masih Kalah Dari Bali
JAKARTA -- Lombok memang sudah menjadi destinasi wisata tersohor di Indonesia. Akan tetapi Lombok masih kalah tenar dengan tempat wisata yang ada di...