Selasa, 7 Zulqaidah 1435 / 02 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Desain Dituding Mirip WTC New York Saat Meledak, Firma Arsitektur Belanda Minta Maaf

Senin, 12 Desember 2011, 10:35 WIB
Komentar : 0
yonhap
Ilustrasi komputer desain menara kembar di Seoul, Korea
Ilustrasi komputer desain menara kembar di Seoul, Korea

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL - Sebuah perusahaan arsitektur Belanda baru-baru ini menyampaikan permintaan maaf atas desainnya berupa menara kembar yang bakal dibangun di pusat Kota Seol. Apa pasal? Rancangan gedung itu mirip dengan menara kembar WTC saat meledak di New York dan telah memicu kemarahan keluarga dan korban serangan 9/11.

Cetak biru bangunan apartemen mewah itu dirilis pekan lalu dan menunjukkan dua bangunan tinggi dengan struktur yang menghubungkan dua menara kembar tepat di bagian tengah. Bagian itu direncanakan untuk mengakomodasi kolam renang, restoran, kafe-kafe dan fasilitas kebugaran.

Para kerabat korban serangan 11 September 2001, di Amerika Serikat langsung mengekspresikan kemarahan. Menurut laporan media AS, mereka menuding desainer tak memiliki rasa hormat terhadap mereka yang meninggal dan menyebut desain itu sebagai upaya murahan.

Desainer, MVRDV, mengatakan bahwa mereka sama sekali tak bermaksud menciptakan desain yang mirip dengan serangan. Mereka pun menegaskan tidak melihat ada kemiripan dalam proses berkarya.

"Kami dengan tulus meminta maaf kepada siapa pun yang merasa disakiti. Kami sama sekali tak bermaksud demikian," ujar perusahaan dalam situsnya. Namun MVRDV tidak memberi indikasi apakah akan mengganti desainnya atau tidak.

"Serbuan media telah dimulai dan kami menerima email serta seruan dari orang-orang marah yang menyebut kami pecinta Alqaidah atau panggilan lebih buruk lagi," ujar firma tersebut di laman Facebooknya.

Sementara itu pengembang distrik Seol yang bertanggung jawab atas proyek itu dijadwalkan memutuskan rencana desain final pada Maret tahun depan.


Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber : Reuters
Barangsiapa mengobati sedang dia tidak dikenal sebagai ahli pengobatan maka dia bertanggung jawab((HR. Ibnu Majah))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Snapchat Siap Saingi Facebook dan Twitter
WASHINGTON DC -- Setelah Facebook dan Twitter terbukti bisa memanfaatkan penggunanya untuk meraup pemasukan iklan, giliran Snapchat dilirik investor. Snapchat bahkan divaluasi tiga...