Rabu, 26 Ramadhan 1435 / 23 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

Gempa Kembali Guncang Turki, Dua Hotel Ambruk Timbun Ratusan Orang

Kamis, 10 November 2011, 14:45 WIB
Komentar : 0
.
Gempa Turki
Gempa Turki

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA - Sedikitnya lima orang tewas dan ratusan lainnya tertimbun reruntuhan bangunan saat gempa 5,7 pada skala Ritchter mengguncang Turki bagian timur. Menurut Deputi Perdana Menteri, Besir Atalay, dua hotel runtuh. Dari seluruh tetamu hotel, baru 20 orang yang berhasil diselamatkan.

Selain hotel, sebanyak 25 bangunan runtuh. Untungnya, 22 bangunan dalam kondisi kosong karena seluruh penghuninya mengungsi saat gempa 7,2 SR akhir bulan lalu.

Evakuasi hingga sejam lalu baru berhasil menyelamatkan delapan orang dan kini dalam perawatan rumah sakit setempat.

Episentrum gempa berada  16 km sebelah selatan kota Van. US  Geological Survey (USGS) menyatakan, pusat gempa ada pada kedalaman 4,8 km.

Jurnalis DHA, rekanan CNN di Turki dikabarkan turut menjadi korban tertimbun. Namun dari tweet terbaru, mereka menyatakan dalam kondisi selamat, hanya tak tahu bagaimana cara keluar dari reruntuhan.

Redaktur : Siwi Tri Puji B
Sumber : CNN
Para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya ketika saling berjumpa di hari Ied mereka mengucapkan: Taqabbalallahu Minna Wa Minka (Semoga Allah menerima amal ibadah saya dan amal ibadah Anda)(HR Imam Ahmad dalam Al Mughni (3/294))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Buka Puasa Bersama Obama Diwarnai Seruan Boikot
WASHINGTON -- Acara buka puasa tahunan di Gedung Putih diwarnai seruan boikot, sebagai bentuk protes kebijakan pemerintahan Obama terhadap konflik di Gaza. Selengkapnya...