Berkenalan dengan PM Turki yang Kini Dimusuhi Israel: Pernah Jadi Pedagang Asongan di Istambul

Rabu, 14 September 2011, 08:45 WIB
AP
Berkenalan dengan PM Turki yang Kini Dimusuhi Israel:  Pernah Jadi Pedagang Asongan di Istambul
Recep Tayyip Erdogan

REPUBLIKA.CO.ID, ISTAMBUL - Berulang kali, Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan,  mengungkapkan kegeramannya pada Israel. Pada pertemuan para menteri luar negeri Liga Arab di Kairo hari Selasa, ia menyatakan mentalitas pemerintah Israel adalah penghalang bagi perdamaian di Timur Tengah. Ia juga selalu menekankan perlunya pengakuan negara Palestina dalam berbagai kesempatan.


Kini, diakui atau tidak, namanya kerap diperbincangkan jika membicarakan soal perdamaian di Timur Tengah. Seiring dengan itu, media Barat pun mengorek masa lalunya.

Tak banyak diketahui orang, Erdogan membangun dirinya dengan keteguhan hati luar biasa. berasal dari keluarga pas-pasan, ia membiayai sendiri hidupnya agar bisa terus melanjutkan pendidikan. Ketika kecil, ia pernah menjadi pedagang asongan di lampu merah Kasimpasa, sebuah lingkungan di pinggiran Istanbul. Ia menjual aneka makanan ringan.

Erdogan, kini berusia 57 tahun, berjuang sendiri ke puncak pencapaiannya sekarang, melawan rintangan yang sangat banyak. Dia pernah dipenjara, dan ditentang kubu sekuler Turki karena dianggap akan melakukan reislamisasi di negeri yang di masa lalu menjadi tonggak kejayaan Islam itu.

Tiap kali 'terjatuh' dia akan selalu bangkit kembali, seperti dituliskan media The National, "Berkat campuran bakat politik yang luar biasa, kepercayaan diri, kesalehan seorang Muslim, dan sikap realistis yang dianutnya."

Ketika Perdana Menteri Turki tiba di Mesir Senin malam untuk melakukan serangkaian pertemuan dengan menteri luar negeri negara-negara Arab, dia disambut oleh publik Mesir layaknya menyambut idola mereka. Ribuan orang meneriakkan slogan-slogan yang menyebut Erdogan sebagai "penyelamat Islam". (Bersambung)

Redaktur: Siwi Tri Puji B
Sumber: The National
Dari Ibnu Abbas Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Tidak ada kewajiban mencukur bagi perempuan, namun mereka cukup memendekkannya." (HR Muslim)
kahar mustafa, Rabu, 14 September 2011, 20:30

maha besar yg senangtiasa menghadirkan org-org seperti erdokan, kapang kira-kira negeri-ku di pimpin oleh sosok sebagaimana erdokan.

Balas
ibnu saputra, Rabu, 14 September 2011, 20:23

setuju bang ozi. salam.

Balas
jarwo, Rabu, 14 September 2011, 20:03

amink, jangan negatif thinking gitu

Balas
wahyu, Rabu, 14 September 2011, 14:22

Mudah-mudahan kuat dan istiqomah...

Balas
OZI, Rabu, 14 September 2011, 11:27

Subhanallah.... inilah pemimpin yg didambakan kaum muslimin, berani berkata benar dan tegas kepada Zionis Israel.... jgn spt pemimpin lainnya di Tmur Tengah yg takut sama Israel dan AS....

Balas
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, TEGAL - Di Tegal terdapat ketupat dengan kuah santan yang kental dan terasa pedas di lidah, yang...