
REPUBLIKA.CO.ID, Seorang rabbi ultra-ortodoks Israel, Yitzhak Shapira, mendukung pembunuhan terhadap non-Yahudi, termasuk bayi, dalam buku barunya yang membahas berbagai cara mengatasi 'ancaman' terhadap Israel.
Dalam buku sebelumnya, The King's Torah (Raja Taurat), Rabi Yitzhak Shapira membenarkan pembunuhan orang non-Yahudi yang mengancam keamanan Israel. Bahkan rabi ekstrim itu memberikan penjelasan "praktis" mengenai cara berurusan dengan warga Palestina di Jalur Gaza. The King's Torah pertama kali diterbitkan pada tahun 2009.
Shapira ditangkap musim panas lalu karena memprovokasi warga Israel untuk membunuh orang-orang non-Yahudi dalam bukunya. Dia juga dicurigai terlibat dalam serangan roket ke sebuah desa Palestina pada tahun 2008.
Pada tahun 2010, Shapira mendesak militer rezim Zonis Israel untuk menggunakan warga Palestina sebagai perisai manusia, meski jika korban tersebut adalah warga sipil.
"Apa pun yang Anda lakukan dalam menjaga posisi di perang diperbolehkan dan bahkan merupakan sebuah kewajiban menurut Taurat," klaim Shapira.
Sikap rabi ekstrim telah membuka peluang bagi militer Israel untuk bertindak bebas menyerang penduduk sipil Palestina.
terbalik kayaknya ya..., exactly the jews must be destroyed, immediately
Balasulama koboi (rabi bukan robbi) gebleg.......muka luh jauh......sepet kaya biji nangka!
Balaspihak sini juga ada yang menghalalkan cara apa saja untuk melawan pihak-pihak yang dianggap musuh. Masing-masing merasa benar, karena penafsiran kitab2 suci yg mereka miliki
BalasRabi yang bernama Yitzhak Shapira, harus segera dibunuh.
BalasBegini nih bahayanya rabi(ulama)klo udh sesat,bkn hanya dirinya sndiri yg tersesat tp dia(rabi/ulama)jg menyesatkan org lain.,menafsirkan Taurat mnurut hawa nafsunya sndiri trus diklaim sbgai ucapan Tuhan
1 BalasanMbak, rabi itu bukan ulama tapi cocoknya di panggil pendeta karena ulama itu hanya untuk ahli agama Islam