
REPUBLIKA.CO.ID, Wakil Perdana Menteri Mesir dalam kabinet sementara, Yahia el-Gamal, menuduh Israel berada di balik alias dalang ketegangan sektarian, yakni konflik antara Muslim dan Kristen, yang terjadi belakangan ini di Mesir pascarevolusi penggulingan Presiden Hosni Mubarak.
Dalam sebuah wawancara yang diterbitkan Senin (13/6) di situs berita Lebanon El Nashra, El-Gamal mengatakan bahwa badan-badan intelijen internasional, khususnya AS dan Israel, tidak mau meninggalkan Mesir sendiri. Dia juga tidak mengesampingkan kemungkinan AS membantu Israel untuk melaksanakan rencana di Mesir.
"Israel mengerti bahwa Mesir yang kuat adalah bahaya bagi mereka dan mereka ingin membuat Mesir yang lemah," kata El-Gamal. "Dan tidak ada istirahat atau melemahkan Mesir lebih dari ketegangan sektarian atau bentrokan antara Muslim dan Kristen," sambungnya lagi.
El-Gamal menambahkan bahwa Muslim dan Kristen di Mesir bukan merupakan dua sekte, melainkan warga satu negara yang tidak memiliki perbedaan. Namun, ia mengingatkan bahwa ada "pikiran fanatik" di kedua sisi yang dapat dimanipulasi untuk melakukan hal-hal yang mereka tidak mengerti.
Mesir, lanjut dia, baru-baru ini menyadari akan pentingnya peran di beberapa wilayah Arab dan Afrika, sebuah fakta yang diabaikan mantan rezim selama dua dekade terakhir.
tunggulh kalian azab ALLAH, sungguh azabNya sangat pedih........
Balasisrael adalah 'ayahnya' amerika, bukan org islam-pun bisa melihat seperti apa amerika/israel itu, negara china contohnya.
Balasorang-orang yang tidak bertanggungjawab biasanya memang cari kambing hitam.
2 BalasanDan kambing hitam biasanya komentar tanpa pertimbangan
orang-orang bodoh biasanya beri komentar memang tanpa pertimbangan.
israel biang keladi kerusuhan di seluruh dunia, israel sang teroris
Balas