Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

NATO Asyik Lancarkan Serangan Udara, Qadafi Malah Sibuk Main Catur

Senin, 13 Juni 2011, 20:41 WIB
Komentar : 0
Qaddafi

REPUBLIKA.CO.ID, TRIPOLI - Kondisi di Tripoli, yang terus menerus mendapat serangan udara NATO, sepertinya tidak membuat pemimpin Libya Muammar Qaddafi bergeming. Malah, di saat derasnya serangan udara tersebut, Qaddafi terlihat sibuk bermain catur dengan Presiden Federasi Catur Dunia Kirsan Ilyumzhinov.

Moment tersebut diabadikan televisi pemerintah Libya, Senin (13/6). Namun, lokasi tempat dilangsungkannya pertandingan catur tersebut tidak disebutkan alias dirahasiakan.

Qaddafi sepertinya tidak terlihat khawatir atas desakan dunia internasional yang memintanya menyerahkan kekuasaan. Bahkan ia terlihat menikmati pertarungannya dengan Ilyumzhinov.

Mantan gubernur provinsi Rusia ini, menyampaikan pernyataan Qaddafi, yang kembali menegaskan bahwa dirinya tidak akan meninggalkan negaranya, Daily Mail melaporkan.

Sementara itu, pemberontak anti-pemerintah kembali melancarkan serangan di kota minyak Brega, yang menewaskan sedikitnya empat pejuang. "Kami menyerang mereka pertama kali, tetapi mereka menyerang kembali. Kami mencoba merebut kembali kota Brega, tapi itu sulit. Kami memiliki 130 pejuang. Mereka melakukan lebih. Ini adalah pertempuran yang berat, "kata seorang pemberontak yang terluka.

Ia juga melaporkan bahwa bulan ini pemerintah Libya telah memperingatkan serangan pembalasan jika Qaddafi dipaksa didesak mundur dari kursinya sebagai pemimpin Libya. Para pemberontak telah membekali warga sipil ribuan senjata, dengan mengatakan bahwa Libya akan berubah menjadi "neraka" jika pasukan NATO gagal untuk menurunkan Qaddafi.

Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : Daily Mail/Newkerala.com
4.113 reads
Rasulullah SAW melarang membunuh hewan dengan mengurungnya dan membiarkannya mati karena lapar dan haus.((HR. Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda