Awas! Amerika Akan Bangun Pangkalan Dekat Indonesia

Jumat, 10 Juni 2011, 18:03 WIB
Awas! Amerika Akan Bangun Pangkalan Dekat Indonesia
Menhan AS Robert Gates dalam Konferensi International Institute for Strategic Studies (IISS) di Singapura

REPUBLIKA.CO.ID, Meski penentangan masyarakat internasional atas kehadiran militer Amerika Serikat di berbagia belahan dunia, termasuk di Asia Tenggara, terus meningkat, namun Washington tetap merencanakan pembangunan pangkalan militernya di Singapura. Sebagaimana dilaporkan IRNA Kamis (10/6), sebuah koran terbitan Cina mengutip pernyataan Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Robert Gates bahwa Washington perlu membangun pangkalan di Singapura untuk mendukung kapal-kapal perangnya di kawasan.

Dalam kunjungannya ke Singapura menghadiri konferensi Keamanan Asia yang digelar oleh International Institute for Strategic Studies (IISS), Gates menilai pembangunan pangkalan di Singapura sebagai bagian dari program pengokohan kemampuan militer AS di laut Pasifik. Termasuk dalam program tersebut, Amerika Serikat akan menempatkan sejumlah armada kapal termpur cepat yang khusus untuk operasi di perairan dangkal.

Menurut sumber-sumber Kementerian Pertahanan Singapura, Amerika Serikat berencana mengirim satu atau dua kapal tempur tipe 'Litoral' ke Singapura. Kapal tersebut memiliki panjang 400 kaki, dengan kecepatan tinggi, dan cocok untuk misi di perairan dangkal.

Dalam pidatonya pada konferensi di Singapura (4/6), Gates juga menyinggung pentingnya kehadiran militer Amerika Serikat di perairan dekat Australia. Menurutnya, dalam beberapa tahun mendatang, Amerika Serikat akan meningkatkan aktivitasnya di kawasan.

Ia menekankan pula pentingnya kerjasama militer Amerika Serikat dengan Australia dan Singapura. Setiap tahunnya, Amerika Serikat mengeluarkan dana milyaran dolar di sektor militer dan dana tersebut terus meningkat meski negara ini dilanda krisis ekonomi hebat. Sementara di sisi lain, perluasan kehadiran militer Amerika Serikat di berbagai belahan dunia tidak menghasilan apapun kecuali instabilitas.

Redaktur: Djibril Muhammad
Reporter: IRIB/MZ/MF
Bahwa Rasulullah saw. jika melakukan tawaf di Baitullah sebagai tawaf pertama dalam haji dan umrah, maka beliau berlari-lari kecil sebanyak tiga putaran dan berjalan biasa sebanyak empat putaran. Lalu beliau melakukan sai antara Shafa dan Marwah. (HR Muslim)
Ndeso Kampungan, Jumat, 21 Oktober 2011, 15:44

‎"Ia menekankan pula pentingnya kerjasama militer Amerika Serikat dengan Australia dan Singapura..."

untuk menginfasi negera impian itu, kwkwkwk
siap2 wajib militer iki :D

Balas
NAP, Senin, 20 Juni 2011, 10:49

LEBIH BAIK KEHADIRAN AS, DI LIHAT DARI SISI POSITIFNYA, ITU AKAN LEBIH BAIK.. KHUSUSNYA BAGI DEPARTEMENT PERTAHANAN RI, KEHADIRAN AS DI SINGAPURA HARUSNYA MENJADI MOTIVASI UNTUK MELAKUKAN REFORMASI DAN PEMBAGUNAN LEBIH BAIK DALAM INSTANSI TERSEBUT UNTUK MENGANTISIPASI SEGALA KEMUNGKINAN TERBURUK...

Balas
muh.syafaat, Jumat, 10 Juni 2011, 20:17

hati2 mksud tersembunyi amerika...

Balas
muh syafaat, Jumat, 10 Juni 2011, 20:15

awas mksud tersembunyi amerika

Balas
Hans, Jumat, 10 Juni 2011, 19:22

Dasar pengacau...dimana2 dibangun pangkalan....Laskar Jihad bangkitlah..hancurkan antek2 amerika/zionis dinegri ini

Balas
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, TEGAL - Di Tegal terdapat ketupat dengan kuah santan yang kental dan terasa pedas di lidah, yang...