Mahasiswa Indonesia Raih Gelar Doktor Termuda di Maroko

Jumat, 10 Juni 2011, 11:09 WIB
arwani-syaerozi.blogspot.com
Mahasiswa Indonesia Raih Gelar Doktor Termuda di Maroko
Arwani Syaerozy, doktor termuda di Indonesia.
Berita Terkait

REPUBLIKA.CO.ID, RABAT - Mahasiswa Indonesia Arwani Syaerozi MA, menjadi peraih gelar doktor termuda dari Universitas Muhammad V Rabat di Maroko, setelah menjalani sidang disertasi doktoral di Auditorium Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Muhammad V Rabat, Kamis (9/6).

Pada sidang disertasi doktoral ini hadir Dubes RI untuk Kerajaan Maroko, Tosari Widjaja beserta istri, Staf KBRI Rabat, Pengurus Harian dan Anggota Persatuan Pelajar Indoneisa (PPI) Maroko serta Dosen utusan dari Ma'had Atiq Imam Nafi',   Tangier, para dosen dan mahasiswa Maroko.

Di hadapan para penguji dan guru pembimbingnya, Arwani mampu mempertahankan disertasi doktoralnya yang berjudul "Konsep Maqashid Syari'ah dalam Pengembangan Hukum Fikih; Prespektif Al-Kiya Harrasi".

Menurut Arwani, Al-Kiya Harrasi (Wafat 1110 M/504 H) sebagai ulama tafsir bermadzhab Syafi'i memiliki konsep-konsep maqashid syari'ah dalam buku tafsirnya yang berjudul Ahkamul Qur'an.

"Ia juga dianggap sebagai salah seorang ulama yang menjadi motor kajian maqashid syari'ah. Pemikiran-pemikiran Harrasi sebagai ulama Syafi'iyah, sangat tepat untuk diaplikasikan di Indonesia yang mayoritas masyarakat Muslimnya bermadzhab Syafi'i," kata Arwani.

Selain prestasi tersebut, ia juga tercatat sebagai doktor termuda dari Indonesia dengan umurnya yang masih menginjak 29 tahun dan dengan statusnya yang masih lajang.

Tercatat sebagai mahasiswa di Universitas Muhammad V Rabat sejak tahun ajaran 2007-2008, dengan giat ia berhasil merampungkan risetnya yang terfokus pada kajian Maqasid Syariah tepat pada waktunya, yaitu tiga tahun masa pendidikan.

Lahir dan besar di lingkungan Pesantren As-Salafi Babakan Ciwaringin, Cirebon, Jawa Barat, ia menyelesaikan pendidikan dasar hingga menengah Atas di Kampung halamannya.

Arwani kemudian melanjutkan belajar S1 di Fakultas Syari'ah dan Hukum Universitas Al-Ahgaff Yaman (2000-2004), menyelesaikan program S2 kajian Maqasid Syari'ah di Universitas Az-Zaitouna Tunisia (2005-2007).





Redaktur: cr01
Sumber: Antara
Bahwa Rasulullah saw. tawaf dalam haji wada di atas seekor unta. Beliau mengusap batu dengan menggunakan tongkat (yang ujungnya bengkok). (HR Muslim)
Muhammad, Senin, 31 Oktober 2011, 01:35

Semoga Kang Wawan panjang umur. Amin..

Balas
ika, Minggu, 19 Juni 2011, 17:35

semoga ilmu nya bermanfaat dan segera diaplikasikan di negara INDONESIA,

Balas
Abdul Mughni, Kamis, 16 Juni 2011, 11:45

KH.DR.ARWANI SYAEROZI,MA. Telah mengharumkan kota Cirebon Indonesia. Smga menjadi pemicu smngt bljr bg mhsswa2 yg sdang study di dlm&luar; negri. Good luck.'alannajah.

Balas
HM. SIDKON DJAMPI, SH, Selasa, 14 Juni 2011, 17:53

Congratulations Kang Arwani Syaerozi, MA... menjadi pemicu dan pemacu bagi mahasiswa / mahasiswi lainnya.

Adikku pun sedang menempuh doktoral di Jepang...
God bless you...

Balas
Qasim Shaleh, Jumat, 10 Juni 2011, 19:22

Semoga menjadi inspirasi bagi mahasiswa2 Indonesia lainnya yang ada di luar negeri, Amin Ya Rabbal Alamin.

Balas
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, TEGAL - Di Tegal terdapat ketupat dengan kuah santan yang kental dan terasa pedas di lidah, yang...