Kamis, 15 Ramadhan 1436 / 02 Juli 2015
find us on : 
  Login |  Register

Dalang Kerusuhan di Suriah: AS dan Israel

Selasa, 07 Juni 2011, 19:59 WIB
Komentar : 1
AP
Aksi demonstrasi di Suriah.
Aksi demonstrasi di Suriah.

REPUBLIKA.CO.ID, Pengamat Suriah, Sharif Shehadeh menekankan, kerusuhan di Damaskus adalah konspirasi Amerika Serikat bersama Rezim Zionis Israel. Shehadeh Selasa (7/6) dalam wawancaranya dengan televisi al-Alam mengungkapkan, pembunuhan terhadap pasukan keamanan Suriah dilakukan dalam koridor program konspirasi Washingon-Tel Aviv untuk melemahkan Damaskus dan muqawama di kawasan.

Kelompok kriminal yang membunuh pasukan keamanan Suriah mendapat didikan langsung dari agen-agen Mossad dan CIA. Sharif Shehadeh menambahkan, tindakan milisi bersenjata sengaja kelompok muqawama di Timur Tengah sebagai target. Selain itu, kelompok teroris ini hingga saat ini telah membantai ratusan pasukan keamanan Suriah.

Pasukan keamanan ini dibantai tanpa alasan lain, kecuali karena mereka menjaga keamanan negaranya. Pengamat Suriah seraya mengisyaratkan peristiwa di wilayah Jisr al-Shaghur, Provinsi Idlib mengatakan, perhitungan rakyat terhadap kelompok bersenjata yang berniat merusak pemerintah sangat berbeda. Karena kelompok ini tidak bermaksud mendukung reformasi, namun tujuan mereka adalah menghancurkan Suriah.

Kelompok teroris dalam aksinya kemarin membantai 120 pasukan keamanan Suriah di sejumlah wilayah negara ini termasuk kota Jisr al-Shaghur. Kelompok teroris yang mendapat dukungan finansial dan senjata dari pihak asing memanfaatkan kondisi Suriah saat ini untuk menimbulkan huru-hara serta melemahkan negara pendukung muqawama di kawasan.

Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : IRIB/al-Alam/MF
Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.(QS At Taubah ( 9:20))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Kontroversi Iklan 'The Muslims Are Coming'
Dua komedian muslim Amerika menuntut lembaga transportasi kota New York, yang membatalkan kontrak pemasangan iklan untuk promosi film mereka. Film berjudul ‘The Muslims...