Selasa, 27 Zulhijjah 1435 / 21 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Satu Sel 200 Napi Wanita, Satu Kebelet Pipis Semua Ikutan Bangun

Selasa, 31 Mei 2011, 20:16 WIB
Komentar : 1
www.bbc.co.uk
Ada tahanan yang dirantai di penjara Thailand seperti yang diperagakan oleh demonstran di Bangkok ini
Ada tahanan yang dirantai di penjara Thailand seperti yang diperagakan oleh demonstran di Bangkok ini

REPUBLIKA.CO.ID,BANGKOK - Kelompok hak asasi independen di Thailand, Union for Civil Liberties, memulai kampanye untuk memperbaiki kondisi di penjara-penjara Thailand.

Organisasi itu menerbitkan laporan tentang kondisi penjara di negara Gajah Putih dengan menyebutkan kondisi di lembaga pemasyarakatan terlalu penuh dan masih ada penggunaan rantai. Sementara, fasilitas kesehatan masih sangat kurang.

Tahanan terpaksa tidur berdesak-desakan di lantai. Di sel-sel penjara, setiap tahanan memiliki tempat sekitar satu meter persegi. Bukannya sekitar empat kali enam meter persegi seperti syarat minimum Dewan Eropa.

Danthong Breen, ketua Union for Civil Liberties, mengatakan kondisi penjara Thailand itu sangat mengejutkan.

"Penjara wanita jauh lebih buruk kondisinya. Ada sekitar 200 perempuan di satu sel," kata Breen kepada BBC. "Bila salah seorang bangun untuk ke toilet di malam hari, semua harus bergerak sedikit. Dan saat ia kembali, ia tidak dapat lagi tempat untuk tidur. Akibatnya, dia harus berdiri sepanjang malam."

Breen menyebutkan kondisi berdesak-desakan seperti ini tidak manusiawi. Keadaan lain yang tak kalah menyedihkan adalah penggunaan rantai.

Rantai digunakan di pergelangan kaki tahanan yang dijatuhi hukuman lama. Meskipun mereka sakit, rantai-rantai tersebut tidak dilepas sampai hukuman selesai.

PBB telah mengajukan kritikan atas kondisi penjara di Thailand. Departemen Luar Negeri Thailand berjanji untuk menangani hal itu. Kurangnya anggaran pemerintah menyebabkan kesulitan untuk membangun fasilitas baru dan menambah petugas lembaga pemasyarakatan.


Redaktur : Didi Purwadi
Hati orang yang sudah tua dapat menjadi lupa akan usianya bila ia terlalu mencintai hidup dan harta bendanya(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
WNI dan Investor AS Optimis pada Kepemimpinan Jokowi
WASHINGTON DC -- Pelantikan Presiden Joko Widodo mendapat reson positif dari investor serta WNI di AS. Perseteruan politik antara kubu Jokowi dan Prabowo...