Friday, 27 Safar 1436 / 19 December 2014
find us on : 
  Login |  Register

Satu Sel 200 Napi Wanita, Satu Kebelet Pipis Semua Ikutan Bangun

Tuesday, 31 May 2011, 20:16 WIB
Komentar : 1
www.bbc.co.uk
Ada tahanan yang dirantai di penjara Thailand seperti yang diperagakan oleh demonstran di Bangkok ini
Ada tahanan yang dirantai di penjara Thailand seperti yang diperagakan oleh demonstran di Bangkok ini

REPUBLIKA.CO.ID,BANGKOK - Kelompok hak asasi independen di Thailand, Union for Civil Liberties, memulai kampanye untuk memperbaiki kondisi di penjara-penjara Thailand.

Organisasi itu menerbitkan laporan tentang kondisi penjara di negara Gajah Putih dengan menyebutkan kondisi di lembaga pemasyarakatan terlalu penuh dan masih ada penggunaan rantai. Sementara, fasilitas kesehatan masih sangat kurang.

Tahanan terpaksa tidur berdesak-desakan di lantai. Di sel-sel penjara, setiap tahanan memiliki tempat sekitar satu meter persegi. Bukannya sekitar empat kali enam meter persegi seperti syarat minimum Dewan Eropa.

Danthong Breen, ketua Union for Civil Liberties, mengatakan kondisi penjara Thailand itu sangat mengejutkan.

"Penjara wanita jauh lebih buruk kondisinya. Ada sekitar 200 perempuan di satu sel," kata Breen kepada BBC. "Bila salah seorang bangun untuk ke toilet di malam hari, semua harus bergerak sedikit. Dan saat ia kembali, ia tidak dapat lagi tempat untuk tidur. Akibatnya, dia harus berdiri sepanjang malam."

Breen menyebutkan kondisi berdesak-desakan seperti ini tidak manusiawi. Keadaan lain yang tak kalah menyedihkan adalah penggunaan rantai.

Rantai digunakan di pergelangan kaki tahanan yang dijatuhi hukuman lama. Meskipun mereka sakit, rantai-rantai tersebut tidak dilepas sampai hukuman selesai.

PBB telah mengajukan kritikan atas kondisi penjara di Thailand. Departemen Luar Negeri Thailand berjanji untuk menangani hal itu. Kurangnya anggaran pemerintah menyebabkan kesulitan untuk membangun fasilitas baru dan menambah petugas lembaga pemasyarakatan.


Redaktur : Didi Purwadi
Tanda-tanda orang munafik ada tiga, yaitu bila berbicara dusta, bila berjanji tidak ditepati, dan bila diamanati dia berkhianat. ((HR Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gerakan Kelompok Ekstrimis, Din: Lawan dengan Ideologi
JAKARTA -- Menghadapi kelompok ekstrimis tak cukup dengan saling mengecam. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Din Syamsudin menjelaskan harus ada tanding ideologi. Ia...