Monday, 8 Rajab 1436 / 27 April 2015
find us on : 
  Login |  Register

Usir Atase Militer Israel, Rusia Tangkap Spionase Zionis

Thursday, 19 May 2011, 11:44 WIB
Komentar : 0
Kolonel Vadim Leiderman
Kolonel Vadim Leiderman

REPUBLIKA.CO.ID, Rusia telah mengusir atase militer rezim Zionis Israel dari Moskow atas tuduhan spionase dan mengatakan ia telah menyerahkan informasi sensitif ke Tel Aviv. Kolonel Vadim Leiderman ditangkap selama pertemuan 12 Mei dengan pejabat Rusia, surat kabar Israel, Haaretz melaporkan pada hari Rabu (18/5).

Dia kemudian diinterogasi dan diperintahkan untuk segera meninggalkan negara itu. Haaretz menyebut penangkapan itu sebagai pelanggaran kekebalan diplomatik. Sebuah perlindungan yang mencegah Moskow untuk menjatuhkan dakwaan terhadap dirinya.

Militer Israel mengklaim bahwa Leiderman telah menjadi obyek pemeriksaan menyeluruh dan tuduhan spionase tidak berdasar.

"Beberapa hari terakhir terlihat kerja keras Tel Aviv untuk meredakan Moskow dan menghentikan insiden diplomatik dari eskalasi lebih lanjut, namun Rusia tampaknya bersikukuh untuk menyelesaikan semua tindakan hukum terhadap kasus pengusiran itu," situs Ynetnews melaporkan.

"Israel punya kepentingan politik dan keamanan yang besar di Rusia dan sekarang berkonsentrasi pada pengendalian kerusakan," kata laporan itu.

Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : IRIB/RM
"Orang munafik adalah orang yang banyak mencela, dan merasa dirinya lebih baik dibandingkan saudaranya"((HR Tirmidzi))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
'Kriminalisasi dan Monsterisasi Dakwah'
JAKARTA -- Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto mengatakan ada gejala yang sangat mengkhawatirkan, yakni adanya kriminalisasi dan 'monsterisasi' dakwah. Monstersasi...