Selasa, 28 Zulqaidah 1435 / 23 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Kisah Amal al Sadah (1): Osama bin Laden Bacakan Puisi Saat Menikahinya

Jumat, 06 Mei 2011, 17:54 WIB
Komentar : 0
ABC/AP
Amal al Sadah
Amal al Sadah

REPUBLIKA.CO.ID, ABBOTTABAD - Waktu menunjukkan pukul 01.00 ketika anggota US Navy SEAL satu persatu merangsek masuk ke rumah persembunyian Osama bin Laden. Setelah melumpuhkan penjaga satu persatu, mereka naik ke lantai tiga rumah itu.

Segera setelah pintu terbuka, mereka melihat buronan teroris nomor wahid di dunia itu tengah bersama perempuan muda, belakangan diketahui bernama Amal al Sadah, istri terakhirnya. Melihat bahaya mengancam suaminya, ia berlari melindungi suaminya. Ia tertembak di kakinya.

Sesaat kemudian, dorr..dorr..peluru menembus kepala dan dada Osama. Dia ditembak di depannya, dan anak perempuan hasil perkawinannya dengan pimpinan Al-Qaeda itu.

Siapa Amal al Sadah, hanya sedikit orang yang tahu. Harian Daily Mail yang terbit di Inggris menyebut, dia adalah istri kesayangan bin Laden. Nama aslinya diketahui dari paspor yang ditemukan berbarengan penggrebekan suaminya.

Berdasar informasi yang dikumpulkan Daily Mail, Amal baru berusia 18 tahun saat dinikahi bin Laden di Afghanistan, setahun sebelum serangan 11 September 2001. Pernikahannya pada awalnya disebut-sebut bernuansa politis: untuk menyatukan jaringan teroris Afghanistan dengan Timur Tengah.

Namun, beberapa media menepis sinyalemen itu. Osama dikabarkan memang mencintai Amal. Pria yang saat itu mulai diburu AS ini bahkan membacakan sebuah puisi di hari pernikahan dan senapan otomatis ditembakkan untuk mengekspresikan kegembiraannya, CNN melaporkan.

Amal  memiliki tiga anak dari perkawinannya itu. Anak pertamanya, seorang perempuan, ikut menyaksikan kematian ayahnya.

Redaktur : Siwi Tri Puji B
Sumber : Daily Mail
Apabila seseorang mengafirkan temannya, maka ucapan (yang mengafirkan) itu benar-benar kembali kepada salah seorang di antara keduanya (yang mengatakan atau yang dikatakan). ( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar