AS Girang Temukan 'Tambang Emas' Data Terorisme dari Rumah Persembunyian Osama

Kamis, 05 Mei 2011, 15:20 WIB
AP
 AS Girang Temukan 'Tambang Emas' Data Terorisme dari Rumah Persembunyian Osama
Usai berpidato, barack Obama disalami Mike Mullen, disaksikan Direktur CIA Leon Panetta (kiri) dan menlu Hillary Clinton (membelakangi lensa).

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON - Agen dinas intelijen AS yang memeriksa komputer dan peralatan penyimpanan yang ditemukan di tempat tinggal Osama bin Laden mengharapkan "tambang emas" data yang dapat mengungkap rencana teror, lokasi tokoh Al-Qaida dan sumber dana, kata beberapa mantan pejabat AS, Rabu (4/5).

Barang-barang tersebut --sebanyak lima komputer, 10 perangkat keras dan 100 perangkat penyimpanan data, yang dibawa pergi setelah Osama gugur dalam satu serangan AS, Ahad (1/5), menjadi terobosan dramatis intelijen buat Amerika Serikat dalam perangnya melawan Al-Qaida, kata para ahli.

"Saya akan sangat terkejut jika ini bukan "tambang emas" buat kami," kata mantan wakil direktur CIA, John McLaughlin.

"Saya kira kami barangkali akan menemukan laporan mengenai potensi perencanaan. Kami barangkali akan menemukan sesuatu mengenai pendanaan. Kami bisa mempelajari sesuatu mengenai apa pun hubungan yang ia buat atau tidak buat dengan Pakistan. Kami akan tahu mengenai para pembantu penting," kata McLaughlin kepada CNN, Kamis.

Para pejabat AS mengatakan satuan tugas khusus yang terdiri atas para ahli dari Dinas Intelijen Pusat (CIA), Badan Keamanan Nasional, Departemen Kehakiman dan lembaga lain telah mulai meneliti peralatan itu, tugas yang akan berlangsung berbulan-bulan dan mungkin bertahun-tahun.

Pencarian awal akan dipusatkan pada "pendeteksian ancaman yang ada" dan keterangan yang menunjuk kepada "sasaran lain yang bernilai tinggi di dalam Al-Qaida", kata Kepala Pusat Kontra-Terorisme Nasional, Michael Leiter kepada Radio Publik Nasional.

Pemerintah AS barangkali akan menambahkan nama baru di dalam daftar pengawasan terorisnya sebagai hasil dari keterangan yang diperoleh dari tumpukan komputer Osama bin Laden, kata Jaksa Agung Eric Holder dalam satu pertemuan Senat, Rabu.

Para ahli perangkat maya pertama-tama akan melucuti perangkat keras, untuk mengetahui kemungkinan adanya perangkap atau pemicu yang dapat menghapus semua fail. Lalu mereka akan menarik dan menyalin semua data yang tersimpan, meneliti semua fail sementara dan berusaha menembus kode rahasia, kata banyak pengulas.

"Mereka akan berusaha mendapatkan setiap tetes barang ini. Ada lapisan pertama data yang mungkin bisa diperoleh dengan cepat, lalu ada lapisan tambahan yang akan memerlukan analisis teknis lebih banyak," kata James Lewis, mantan pejabat di Departemen Pertahanan yang bekerja di bidang keamanan dan teknologi.
"Biasanya diperlukan waktu lama untuk mengobrak-abrik semua ini," kata Lewis, seorang pegawai di Pusat Kajian Strategis dan Internasional.

Redaktur: Siwi Tri Puji B
Sumber: Antara
Dari Abu Hurairah RA, menerangkan bahwa ada seorang lelaki berkata kepada Nabi SAW: "Berilah aku nasihat!" Beliau menjawab: "Jangan marah" Orang itu berulangkali meminta supaya dirinya dinasihati, maka Rasulullah SAW tetap mengatakan: "Jangan marah!" (HR. Bukhari)
garong, Jumat, 6 Mei 2011, 22:19

ntar name siape lagi tu yang bakal dimunculin amrik

Balas
suraj Iyo, Kamis, 5 Mei 2011, 19:02

Perampok,garong,maling, kelas dunia,

Balas
abdullah, Kamis, 5 Mei 2011, 16:12

dalam setiap sejarah perjuangan tak ada istilah tambang emas informasi kecuali mata-mata.. jadi semua langkah itu akan hanya sia-sia atau tidak banyak membantu pihak AS

Balas
asept, Kamis, 5 Mei 2011, 15:42

Lumayaaan .....bisa jadi LAHAN GARONGAN lagi nih.....Buat nombok DEFISIT ANGGARAN.

Balas
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, TEGAL - Di Tegal terdapat ketupat dengan kuah santan yang kental dan terasa pedas di lidah, yang...