Monday, 6 Ramadhan 1439 / 21 May 2018

Monday, 6 Ramadhan 1439 / 21 May 2018

Turki akan Pererat Hubungan Bilateral dengan Negara Afrika

Selasa 27 February 2018 04:18 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Dwi Murdaningsih

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan

Foto: PA-EFE/KAYHAN OZER
Presiden Turki akan bertolak ke Aljazair, Mauritania, Senegal dan Mali.

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berjanji bakal mempererat hubungan bilateral dengan sejumlah negara di Afrika. Salah satunya adalah Aljazair karena negara ini merupakan sekutu Turki yang kuat dalam perdagangan.

Tak hanya itu, Turki juga akan lebih memantapkan hubungan bilateral tersebut di beberapa bidang yang lain. "Kami ingin perkuat hubungan kami di beberapa bidang, termasuk industri militer, pertahanan, kawasan budaya, berdasarkan persahabatan dan kerjasamanya," tutur dia seperti dilansir dari Anadolu Agency, Senin (26/2).

Dalam waktu dekat, Erdogan akan bertolak ke Aljazair, Mauritania, Senegal dan Mali. Kunjungannya ke Aljazair akan menjadi perjalanan kepresidenan yang kedua kalinya. Sedangkan kunjungan ke Mauritania dan Mali akan menjadi yang pertama. Setelah Aljazair, Erdogan akan berangkat ke Mauritania pada 28 Februari, lalu dilanjutkan ke Senegal dan Mali.

Kunjungan kenegaraan tersebut untuk menjalin hubungan antarnegara di berbagai sektor. Turki ingin mengeratkan hubungannya dengan Senegal, untuk bersama-sama membangun perekonomian di kedua negara. Sementara Mali, untuk menghidupkan kembali hubungan bilateral kedua negara yang sebetulnya telah terjalin selama berabad-abad.

Banyak hal yang juga akan dibahas dalam kunjungan itu. Di antaranya, soal Yerusalem, Suriah dan Libya. Persoalan keamanan juga akan menjadi pembahasan utama. Soal keamanan ini, Erdogan mengapresiasi negara-negara di Afrika karena telah mengambil langkah melawan Organisasi Teroris Fetullah (FETO).

"Berkat usaha kami, sekarang banyak negara yang menutup sekolah-sekolah yang berafiliasi dengan FETO dan menyerahkan mereka ke Yayasan Maarif," kata dia.

Desember lalu, Erdogan melakukan kunjungan empat hari ke Sudan, Chad dan Tunisia. Sejak 2004, Erdogan telah melakukan kunjungan resmi ke 24 negara Afrika dan menyaksikan penandatanganan sejumlah pakta bilateral.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES