Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Ini Hasil Kunjungan Kerja Komisi I DPR ke Filipina

Senin, 18 Maret 2013, 10:35 WIB
Komentar : 0
Antara
Wakil Ketua Komisi I DPR RI TB Hasanuddin (kiri) bersama anggota F-PDIP Heri Akhmadi (kanan)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Komisi I DPR Tubagus Hasanuddin menyampaikan hasil kunjungan ke Filipina belum lama ini. Menurutnya, kunjungan yang dilakukan lima anggota Komisi I DPR tersebut berjalan sesuai rencana. Yaitu, berkunjung ke pos monitor perdamaian (International Monitor Team/IMT) antara pemerintah Filipina dengan Moro Islamic Liberation Front (MILF) di Davao, General Santos, dan Cotabato. 

"Tim Komisi I juga diterima Panglima Divisi Infanteri ke-6 Filipina wilayah pertahanan Selatan. Dari pengamatan dan diskusi di lapangan dapat disimpulkan, 15 anggota TNI/Kemenlu yang ditempatkan di sana bersama tim dari Malayasia dan Brunei dapat melaksanakan tugasnya dengan baik," katanya, Senin (18/3). 

Namun, ia melihat masalah perdamaian masih berliku. Pertama, karena MILF diasumsikan publik tidak mewakili bangsa Moro secara utuh. Ini lantaran masih banyak unsur lain yang merasa ditinggalkan. Termasuk oknum dari MNLF (Moro National Liberation Front) yang sebagiannya bergabung masuk ke Sabah dan menjadi masalah di sana.

Kedua, lanjutnya, di lingkungan MILF terjadi faksinasi yang cukup keras. Sehingga menyulitkan pelaksanaan perundingan. Ketiga, terbatasnya dana sehingga menyulitkan penyelesaian perdamaian di lapangan. "Komisi I akan menyarankan agar pemerintah RI lebih aktif berkontribusi dalam penyelesaikan masalah di Filipina Selatan. Kalau tidak, tak mustahil akan membahayakan kawasan sekitar, terutama untuk Malayasia dan Indonesia," ujar politisi PDI Perjuangan tersebut.

DPR juga akan mendorong penyelesaian lebih dari tujuh ribu WNI yang tak beridentitas di wilayah Filipina Selatan. Ini karena mereka lahir di sana tapi ingin tetap menjadi WNI. 

Redaktur : Mansyur Faqih
1.643 reads
Menguap adalah dari setan. Karena itu, apabila salah seorang dari kalian menguap, tutuplah serapat mungkin karena ketika salah seorang dari kalian berkata ‘huah’ (pada saat menguap), setan akan menertawakannya". (HR Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...