Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Malaysia Buru Putra Mahkota Sulu

Rabu, 13 Maret 2013, 15:54 WIB
Komentar : 0
AP
Tentara Malaysia berpatroli di desa Tanduo, Lahad Datu, Sabah.

REPUBLIKA.CO.ID, LAHAD DATU -- Pihak berwenang Malaysia, Rabu (13/3) mengatakan, milisi Kesultanan Sulu yang dipimpin Raja Muda Agbimuddin Kiram masih hidup dan berada di Lahad Datu, Sabah, Malaysia.

Operasi pencarian masih dilanjutkan. Pasukan keamanan Malaysia pun yakin Agbimuddin Kiram masih di Lahad Datu sebagai pemimpin milisi.

"Dia tidak harus bertempur. Dia tidak akan meninggalkan loyalisnya sendiri di sini, dia harus memimpin mereka,’’ kata komisioner Kepolisian wilayah Sabah, Datuk Hamza Taib seperti dikuti dari laman Inquirer.net, Rabu (13/3).

Kemarin, Hamza mengatakan, 56 loyalis Kesultanan telah tewas, dan sebanyak 25 mayat telah diambil. Dia juga mengatakan, sembilan pasukan keamanan Malaysia telah tewas dan sembilan lainnya terluka.

‘‘96 orang yang ditahan dikenakan Pelanggaran Keamanan (Tindakan Khusus) Act 2012 dari Malaysia dan 156 lainnya di kenakan tindakan-tindakan lain,’’ katanya.

Agbimuddin Kiram yang menjadi Putra Mahkota Sultan Sulu, bersama dengan lebih dari 200 anggota dari loyalis tentara  tiba di Desa Tanduo bulan lalu untuk merebut kembali Sabah. Malaysia menyebut  Agbimuddin dan anak buahnya sebagai  teroris, pemberontak, dan militan.

Sementara itu pada hari yang sama, Sultan Sulu Jamalul Kiram III mengesampingkan kemungkinan loyalis Sulu  meninggalkan Sabah dengan segera. Dia menegaskan, tidak mengizinkan adiknya (Agbimuddin)untuk bernegosiasi dengan pemerintah Malaysia mengenai penarikan pasukannya dari Sabah. 

"Penarikan itu hanya akan terjadi setelah saya berbicara dengan saudara saya (Agbimuddin) di Sabah," katanya.

 

 

Reporter : Rr Laeny Sulistyawati
Redaktur : A.Syalaby Ichsan
5.495 reads
Hai Bani Israil, ingatlah akan nimat-Ku yang telah Ku-anugerahkan kepadamu dan Aku telah melebihkan kamu atas segala umat. (QS. Al-Baqarah [2]:122)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Operasi Pencarian Loyalis Sulu Berlanjut