Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Menlu: Tak Ada WNI Jadi Korban Perang Malaysia dan Sulu

Senin, 11 Maret 2013, 13:15 WIB
Komentar : 0
Reuters/Kham
Marty Natalegawa

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia, Marty Natalegawa memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dari pertempuran antara militer Malaysia dengan gerilyawan Sulu Filipina di Sabah Malaysia.

Hal ini karena menurut Marty pemerintah dan seluruf staf KBRI Malaysia mengambil tindakan cepat melindungi para WNI. "Alhamdulillah tidak ada warga kita yang dilaporkan mengalami masalah," kata Marty kepada wartawan di kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (11/3).

Marty menyatakan ada sekitar 600 WNI yang hidup di sekitar zona konflik. Mereka adalah TKI yang mencari nafkah di Malaysia. Kondisi mereka saat ini dalam keadaan aman dan terlindungi.

"Saat ini sekitar 600 WNI sudah direlokasi. Mereka sudah aman dan konsulat jenderal kita sudah menemui mereka," ujar Marty.

Relokasi para WNI tidak sampai mengganggu hubungan kerja antara mereka dengan perusahaan. Hal ini karena menurut Marty pihak perusahaan bisa mengerti situasi yang ada.

Lagi pula, para WNI tidak ada yang dikembalikan ke Indonesia. Mereka hanya dipindahkan dari lokasi konflik ke lokasi yang lebih aman. "Hubungan kerja sama mereka dan pihak perusahaan positif. Semua terkendali," kata Marty.

Marty menyatakan Kementrian Luar Negeri membuka diri bagi warga Indonesia yang ingin mendapatkan informasi keluarga mereka di Sabah Malaysia. Silakan hubungi Kemenlu kita fasilitasi," ujarnya.

Reporter : Muhammad Akbar Wijaya
Redaktur : Djibril Muhammad
9.009 reads
Sesungguhnya Allah SWT mengampuni beberapa kesalahan umatku yang disebabkan karena keliru, karena lupa, dan karena dipaksa (HR Ibnu Majah, Baihaqi, dan lain-lain)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...