Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

33 Informan Kesultanan Sulu Ditangkap, KJRI: Tak Ada WNI

Senin, 11 Maret 2013, 10:51 WIB
Komentar : 0
AP PHOTO
Tentara Malaysia bersiaga di area di mana terjadi konflik bersenjata dengan milisi Filipina, desa Tanduo, Lahad Datu, Sabah.

REPUBLIKA.CO.ID, NUNUKAN -- Konsulat Jenderal RI di Sabah Malaysia menjamin tidak ada warga negara Indonesia yang ditangkap aparat keamanan Malaysia dari 33 orang yang diduga sebagai informan kelompok bersenjata Kesultanan Sulu Filipina di Sabah.

Konsulat Jenderal RI Sabah Malaysia Soepeno Sahid di Kota Kinabalu, Senin, meyakini bahwa puluhan orang yang ditangkap karena dicurigai sebagai "mata-mata" dari kelompok bersenjata Kesultanan Sulu Filipina tidak ada dari WNI.

"Saya yakin yang tertangkap itu khususnya yang dicurigai sebagai informan tentara Kesultaan Sulu (Filipina) tidak ada WNI," ucapnya saat dihubungi, Senin.

Selain itu, Soepeno juga menyatakan pihaknya tetap menjamin dan memberitahukan kepada WNI yang saat ini bekerja di Sabah untuk tidak terpengaruh atau terprovokasi untuk menjadi simpatisan terkait dengan kondisi konflik tersebut apalagi untuk menjadi "mata-mata" dari kedua belah pihak.

Menurut dia, WNI yang bekerja di sekitar lokasi konflik yakni di Desa Tanduau dan Tanjung Batu Lahad Datu maupun di Semporna tidak melakukan hal-hal yang dapat merugikan dirinya.

Ia juga mengakui bahwa kedua lokasi tersebut saat dalam penyisiran aparat keamanan Malaysia mencari pengikut kelompok bersenjata Kesultanan Sulu Filipina dan tidak mengganggu keberadaan WNI di wilayah itu.

Soepeno menambahkan, berdasarkan informasi yang diperolehnya aparat keamanan Malaysia telah menangkap sekitar 70 orang yang diduga menjadi pengikut kelompok bersenjata Filipina yang mengklaim Sabah sebagai wilayahnya tersebut.

Konsulat Jenderal RI Sabah, kata dia, selalu memantau keadaan WNI yang berada di Sabah dan dari puluhan orang yang ditangkap tersebut semuanya merupakan warga negara Filipina yang berada dan tinggal di Sabah.

Ia mengatakan sampai sekarang belum mendapatkan informasi dari aparat keamanan maupun pemerintah Malaysia soal adanya WNI yang ikut tertangkap karena dicurigai sebagai pengikut kelompok bersenjata Kesultanan Sulu.

"Kami belum dapatkan informasi kalau ada WNI yang ikut tertangkap karena dianggap pengikut dari kelompok bersenjata Kesultanan Sulu. Dan saya yakin tidak ada WNI yang mau ikut-ikutan seperti itu," katanya yakin.

Redaktur : Heri Ruslan
Sumber : Antara
9.950 reads
Seorang wanita masuk neraka karena mengikat seekor kucing tanpa memberinya makanan atau melepaskannya mencari makan dari serangga tanah((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Sabah Masih Bergolak, Kebutuhan TKI di Pengungsian Dijamin Malaysia

1.200 Warga Indonesia di Sabah Belum Diizinkan Bekerja