Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Tokoh Malaysia Hina Gus Dur

Rabu, 19 Desember 2012, 17:42 WIB
Komentar : 0
blogspot.com
Bendera Indonesia dan Malaysia

REPUBLIKA.CO.ID, Tajuk di Harian Utusan kembali menghina Presiden Indonesia. Setelah pekan lalu, Zainuddin Maidin menghina sosok mantan presiden ketiga BJ Habibie, kali ini sosok Presiden keempat Indonesia Abdurrahman Wahid alias Gus Dur yang dihina.

Kali ini, soranng Doktor Politik Malaysia, Paridah Abdul Samad menuliskan kata yang tidak pantas terkait sosok almarhum Gus Dur. Dia menuliskan dalam artikel yang dimuat Utusan Online pada 15 Desember 2012: "Pengkajian dan pemahaman yang mendalam tentang senario politik Indonesia, saat-saat terakhir pemerintahan Presiden Suharto hingga kuasa politik negara diambil alih oleh seorang pemimpin yang cacat penglihatannya bertaraf ulama, Gus Dur,".

Walau artikel ini berisi bantahan terhadap Zainuddin Maidin akan sosok Habibie, namun Paridah ikut menyinggung masalah fisik sebagai bagian untuk mengupas sosok presiden keempat Republik Indonesia. Paridah pun menilai sosok Gus Dur punya banyak kesamaan dengan Anwar Ibrahim. 

"Walaupun hampir buta, Presiden seperti ini yang dikehendaki oleh golongan minoriti Cina Indonesia dan masyarakat antarabangsa," tulis Paridah di tajuk Harian Utusan Online. 

Di luar perkataannya soal fisik Gus Dur, tulisan Paridah seolah memberi penafsiran lain akan sosok Habibie. Habibie yang diakui Paridah sebagai orang loyal dan jauh dari kesan seorang politisi.

Redaktur : Abdullah Sammy
11.115 reads
Malu adalah bagian dari iman.(HR. Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
  Slamet Erianto Jumat, 21 Desember 2012, 09:47
No Comment
  lando Kamis, 20 Desember 2012, 23:19
Wes perang aja lah, gitu aja kok repot!!!
  hasan Kamis, 20 Desember 2012, 15:04
malaysia memang tidak berkebudayaan karena kasar dan selalu menghina pemimpin negara lain ini contoh buruk negara tetangga
  Karina Kamis, 20 Desember 2012, 13:39
Tidak perlu dibesar2kan hingga memunculkan banyak provokasi. Seharusnya media juga bisa cerdas dalam memberikan informasi. Politisi Malaysia ini memang salah dengan menunjukkan tidak adanya etika politik apalagi sopan santun. Tp tdk perlu dijadikan polemik.
  slamet bejo Kamis, 20 Desember 2012, 12:30
emang gitu adanya kok, gitu aja repot. hanya banser yg protes
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda