Selasa , 18 December 2012, 22:24 WIB

Malaysia Sebut Selamatkan 40 Rohingnya dari Kapal Karam

Red: Ajeng Ritzki Pitakasari
AP/Anurup Titu
A Rohingya Muslim man who fled Myanmar to Bangladesh to escape religious violence, cries as he pleads from a boat after being intercepted by Bangladesh border authorities in Taknaf, Bangladesh, Wednesday, June 13, 2012. Bangladesh has turned back more than
A Rohingya Muslim man who fled Myanmar to Bangladesh to escape religious violence, cries as he pleads from a boat after being intercepted by Bangladesh border authorities in Taknaf, Bangladesh, Wednesday, June 13, 2012. Bangladesh has turned back more than

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR--Badan maritim Malaysia pada Selasa (18/12) mengumumkan "menyelamatkan" 40 orang Myanmar korban kapal karam. Kapal itu diduga mengangkut Muslim Rohingya yang melarikan diri dari kekerasan etnis dan telah ditolak masuk ke Singapura.

Badan ini mengatakan kepada AFP, orang-orang itu selamat dari kecelakaan di lepas pantai Myanmar pada 4 Desember, di mana 160 orang lainnya dilaporkan tenggelam. Mereka dilaporkan berada dalam kesehatan baik dan diangkut ke negara bagian Johor selatan dengan salah satu dari kapal itu.

"Saya mengonfirmasi 40 warga negara Myanmar diselamatkan dari kapal kargo Nosco Victory berbendera Vietnam," kata Hamid Mohamad Amin, direktur bagian komando dan pengawasan badan itu kepada AFP. Ia menolak untuk menguraikan lebih lanjut.

Singapura telah mengusir kapal yang membawa 40 orang yang selamat di tengah lapiran-laporan media bahwa mereka diduga Muslim Rohingya yang tak bernegara.

Otoritas Pelabuhan dan Maritim Singapura (MPA) mengatakan pihak menolak masuk ke kapal kargo terdaftar Vietnam, Nosco Victory, karena kurangnya informasi tentang penumpangnya.

Surat kabar Australia Sydney Morning Herald melaporkan 40 orang itu diyakini Rohingya, minoritas Muslim tak bernegara dari negara bagian barat Myanmar, Rakhine, yang telah melarikan diri dari kekerasan etnis di sana.

Bentrokan antara umat Buddha dan Rohingya telah menewaskan puluhan orang dan menelantarkan lebih dari 115.000 orang sejak Juni. Menurut Herald, 40 orang itu diyakini telah berada di air selama 30 jam sebelum mereka diselamatkan pada 5 Desember.

Sumber : Antara