Tuesday, 6 Jumadil Awwal 1439 / 23 January 2018

Tuesday, 6 Jumadil Awwal 1439 / 23 January 2018

Trump Cela Imigran dari Negara-Negara Bermasalah

Jumat 12 January 2018 11:32 WIB

Rep: Fira Nursya'bani/ Red: Ani Nursalikah

Presiden AS Donald Trump

Presiden AS Donald Trump

Foto: Bloomberg

REPUBLIKA.CO.ID,  WASHINGTON -- Presiden AS Donald Trump mempertanyakan mengapa AS mengizinkan masuknya banyak imigran dari negara-negara bermasalah. Hal ini disampaikan Trump dalam sebuah pertemuan dengan legislator yang sedang membahas kesepakatan bipartisan tentang imigrasi.

Trump mengeluarkan pernyataan bernada mencela itu setelah senator dari Partai Demokrat Richard Durbin mengusulkan diakhirinya lotre untuk visa. Sebagai gantinya, Durbin mengatakan orang-orang yang melarikan diri dari negara-negara yang terkena bencana alam atau perselisihan sipil, termasuk Haiti dan El Salvador, akan diizinkan tinggal di AS.

Trump secara khusus mempertanyakan mengapa AS ingin menerima lebih banyak orang dari Haiti dan juga Afrika. "Mengapa kita menginginkan orang-orang dari Afrika di sini? Mereka adalah negara-negara yang bermasalah. Kita harus menerima lebih banyak orang dari Norwegia," kata sebuah sumber, mengutip Trump yang menggunakan bahasa cukup kasar, dilansir di Sky News.

Gedung Putih tidak menyangkal adanya penggunaan bahasa yang kasar oleh Trump. Namun Gedung Putih membela dengan mengatakan Trump sedang berjuang mencari solusi permanen untuk memperkuat keamanan negara, sebagian melalui sistem imigrasi.

"Beberapa politikus Washington memilih untuk memperjuangkan negara-negara asing, namun Presiden Trump akan selalu memperjuangkan rakyat Amerika," kata juru bicara Gedung Putih Raj Shah, dalam sebuah pernyataan.

"Dia akan selalu menolak tindakan berbahaya yang mengancam kehidupan warga Amerika dan melemahkan para imigran yang mencari kehidupan yang lebih baik di Amerika melalui jalur hukum," tambah dia.

Beberapa politikus Partai Demokrat mengatakan, komentar Trump menunjukkan bahwa dia adalah seorang anti-imigran. "Kami selalu tahu Presiden Trump tidak menyukai orang-orang dari negara tertentu dengan warna kulit tertentu," kata anggota Kongres Luis Gutierrez.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES