Rabu , 06 December 2017, 18:01 WIB

200 Orang Sakit Perut di Kapal Pesiar

Red: Ani Nursalikah
ABC
Kapal pesiar Ovation of the Seas berlabuh di kota Hobart.
Kapal pesiar Ovation of the Seas berlabuh di kota Hobart.

REPUBLIKA.CO.ID, HOBART -- Hampir 200 orang dirawat karena gangguan pencernaan di kapal pesiar yang terpaksa berlabuh di kawasan Hobart, Tasmania, Australia. Kapal pesiar Ovation of the Seas tiba di kota Hobart dengan membawa lebih dari 5.800 orang.

Kapal pesiar tersebut telah berlayar selama 14 hari dan telah ada 195 laporan yang berkaitan dengan pencernaan. Jumlah ini mencapai lebih dari tiga persen dari awak dan penumpang kapal. Ovation of the Seas adalah salah satu kapal pesiar terbesar di dunia, milik Royal Caribbean International.

"Mereka yang alami sakit sebentar telah dirawat oleh dokter kapal kami dengan obat tanpa resep, dan kami berharap semua penumpang kami sembuh dengan segera," ujar juru bicara kapal pesiar dalam sebuah pernyataan.

"Sementara itu, kami mengambil langkah-langkah seperti prosedur sanitasi yang intensif untuk mengurasi risiko lebih lanjut."

Seorang penumpang mengunggah videonya di Facebook. Video tersebut menunjukkan lorong-lorong yang sedang disemprot oleh awak kapal. "Saya di sini sekarang dan duduk jongkok dengan orang-orang di kedua sisi kabin mengalami sakit perut," komentar seseorang di video tersebut.

"Mereka melakukan semuanya dengan sempurna untuk mencegah sakit lebih lanjut."

"Saya bisa mendengar tadi malam mereka melakukan penyemprotan di luar kabin saya."

Ada laporan jika restoran tidak dapat diakses, makanan ringan sudah dihentikan dan tur keliling sudah dibatalkan.

Penumpang lain memujii upaya awak kapal untuk mengatasi wabah tersebut. Kapal pesiar ini akan meninggalkan kota Hobart menuju Sydney, Selasa (5/12)

Penumpang baru yang rencananya akan naik kapal dari Sydney kemungkinan mengalami penundaan, karena menunggu proses pembersihan. "Saat tiba di pelabuhan Sydney, kapal dan terminal akan dibersihkan secara menyeluruh untuk mencegah penyebaran penyakit, sehingga tak ada penundaan untuk penumpang baru," jelas juru bicara tersebut.

Tanda peringatan bagi penumpang kapal pesiar di Royal Hobart Hospital
Tanda peringatan bagi penumpang kapal pesiar di Royal Hobart Hospital

ABC News

Pihak berwenang di Tasmania telah bekerja sama

Sementara itu Dinas Kesehatan Tasmania mengatakan pihak kapal pesiar telah memberi tahu pihak berwenang setempat soal adanya wabah. Mereka juga mengatakan pelayanan kesehatan telah bekerja dengan kapal tersebut. "Tidak biasa terjadi wabah gastroenteritis di kapal pesiar, seperti halnya pada populasi normal," kata seorang juru bicara.

"Kapal pesiar memiliki tim medis mereka sendiri, sistem pengawasan medis, tindakan pengendalian wabah dan sudah terlatih untuk merawat penumpang."

Tiga ambulans langsung menyambut kapal tersebut saat berlabuh di Hobart, namun pihak berwenang mengatakan hal ini tidak terkait dengan wabah tersebut. "Kapal tersebut telah memberitahu pelayanan kesehatan jika dua penumpang mungkin perlu dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan bantuan medis," katanya.

"Dua kasus ini tidak serta merta terkait dengan wabah gastroenteritis."

Pekan lalu, seorang awak kapal pria dievakuasi dekat kawasan Albany, terkait masalah kesehatannya. Pernyataan dari perusahaan kapal pesiar mengatakan ia sakit karena ada "gejala gangguan ginjal".

Ambulans menyambut kapal pesiar yang tiba di Hobart
Ambulans menyambut kapal pesiar yang tiba di Hobart.

ABC News

Simak beritanya dalam bahasa Inggris disini

 

Sumber : http://www.australiaplus.com/indonesian/berita/200-orang-alami-gangguan-pencernaan-di-kapal-pesiar/9228056