Thursday, 10 Sya'ban 1439 / 26 April 2018

Thursday, 10 Sya'ban 1439 / 26 April 2018

Terapi Musik Diuji Coba untuk Pemulihan Pasien Stroke

Jumat 14 April 2017 13:56 WIB

Red: Ani Nursalikah

Peneliti di Murdoch University berharap musik dapat membantu rehabilitasi pasien stroke.

Peneliti di Murdoch University berharap musik dapat membantu rehabilitasi pasien stroke.

Foto: ABC

REPUBLIKA.CO.ID, MELBOURNE -- Para peneliti di Australia berharap dapat memanfaatkan respon alami manusia terhadap musik untuk menciptakan terapi bagi pemulihan pasien stroke.Pakar saraf dari Murdoch University, Ann-Maree Vallence, mengatakan ketika kita mendengarkan musik maka otak kita menjadi liar.

"Mungkin Anda menyadari jika mendengarkan lagu atau musik maka Anda mulai mengetukkan kaki atau bahkan jari-jari Anda," katanya kepada ABC Radio Perth.

"Ada hubungan kuat antara bagian otak yang untuk memproses rangsangan pendengaran seperti musik, dengan bagian-bagian penting otak untuk melakukan gerakan," jelasnya.

Dr Vallence mengatakan reaksi alamiah dari otak terhadap musik membantu merangsang aktivitas otak. Stimulasi tersebut, katanya, juga bisa membantu bagian-bagian otak yang mengatur keterampilan motorik.

"Salah satu kasus stroke yang paling umum adalah stroke pada arteri serebri," katanya.

"Kasus stroke tipikal ini berupa penyumbatan yang berdampak pada area motorik otak, yaitu bagian otak yang penting untuk gerakan," tambahnya.

"Jika kita bisa mengimbangi bagian-bagian otak yang rusak tersebut, maka kita seharusnya dapat memulihkan gerakan," jelas Dr Vallence.

Dia mengatakan terlalu banyak pasien stroke yang berakhir dengan gangguan gerakan untuk jangka panjang.

Jack Vawdrey melakukan fisioterapi pemulihan saraf tulang belakang

Bahkan pergerakan kecil saja dapat membuat perbedaan bagi kehidupan sehari-hari bagi pasien stroke.

"Kita membayangkan hari-hari ketika kita mengambil air atau memasak tanpa berpikir mengenai gerakan yang dibutuhkan untuk hal-hal seperti itu," katanya.

"Tetapi jika Anda kehilangan kemampuan tersebut, maka akan nyata sekali seberapa besar dampaknya pada kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Mekanisme penelitian

Dr Vallence kini merekrut pasien stroke untuk berpartisipasi dalam penelitian berbasis musik, program terapi individual menggunakan aplikasi smartphone GotRhythm, yang dikembangkan para ilmuwan olahraga di University of Western Australia.

Aplikasi ini akan terhubung dengan sensor nirkabel yang akan dikenakan pada lengan dan tangan peserta. Mereka akan mengaktifkan aplikasi GotRhythm dan menyelesaikan sesi latihan selama 30 menit menggunakan sensor tersebut. Tujuannya, melakukan hal sehari-hari seperti mengambil cangkir. Musik hanya akan dimainkan jika mereka menyelesaikan tindakan secara benar.

Aktivitas otak mereka akan diukur sebelum dan setelah sesi untuk melihat apakah terjadi perubahan. Harapannya bahwa gerakan yang dihargai dengan musik akan merangsang otak dan dengan latihan yang rutin fungsi motorik mereka akan dapat ditingkatkan.

"Ini bisa berupa hal sederhana seperti menekan, membuka dan menutup tangan, menjangkau sesuatu, menggerakan tangan menjauh dari tubuh," papar Dr Vallence.

"Jika musik dapat menjadi sebuah isyarat... maka seharusnya musik juga dapat mengarah pada peningkatan kemampuan fungsional," katanya.

Sementara bagian-bagian otak yang telah mengalami kerusakan berkelanjutan tidak dapat diperbaiki, menjadikan bagian-bagian lain dari otak kembali bisa berbicara satu sama lain akan bisa mengimbangi sejumlah gangguan.

"Kami berharap setelah pasien menggunakan aplikasi GotRhythm, maka sel-sel otak akan jauh lebih aktif," kata Dr Vallence.

Terapi murah

Dr Vallence berharap fisioterapi berbasis musik ini nantinya bisa membuat upaya pemulihan fungsi gerakan jangka panjang dan berulang dapat lebih mudah dilakukan pada pasien stroke.

"Saya pikir hal paling menonjol adalah bahwa terapi ini menyenangkan," katanya.

"Kami mampu mengembangkan sesuatu yang cukup murah dan pasien dapat melakukan terapi ini di rumah," katanya. "Kami pikir manfaatnya tepat jika mereka ingin melakukannya, akan terlibat lebih sering, sehingga pencapaian fungsional akan lebih besar," katanya lagi.

Dr Vallence menargetkan merekrut 20 pasien stroke kronis untuk menguji aplikasi ini. Dia dapat dihubungi di nomor telepon Australia (08) 9360 7464.

Diterjemahkan pada 12/4/2017 oleh Iffah Nur Arifah. Simak berita ini dalam Bahasa Inggris di sini.

Sumber : http://www.australiaplus.com/indonesian/studi-nad-inovasi/riset-terapi-musik-untuk-pasien-stroke/8440266
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES